Dari sisi profesi, apalagi berhubungan dengan tugas yang mulia dan tanggung jawab besar, kewajiban untuk belajar sepanjang hayat harus siap dijalani oleh seorang dokter hewan, ucap wanita kelahiran tahun 1991 ini. Pembekalan ilmu pengetahuan dan praktek yang sudah didapatkan kira – kira selama enam tahun pun masih bisa berimprovisasi, sejalan dengan penelitian yang terus dilakukan untuk menemukan jalan perawatan yang lebih efektif maupun temuan teknologi modern guna menjamin kesehatan hewan.

Inspirasi untuk mendirikan klinik “Hadiprata Vet”, diungkapkan oleh drh. Lita juga terinspirasi dari para kliennya yang setia menggunakan jasanya dan sang ayah. Sembari mengantarkan hewan mereka ke klinik, mereka juga sembari memberikan bentuk perhatian sederhana agar fasilitas klinik disempurnakan lagi dengan melontarkan beberapa pertanyaan yang terkait dengan kedokteran hewan, drh. Lita tentu dengan senang hati merespon masukan-masukan yang positif, karena ia sebagai pemilik mungkin kurang bisa mengukur kehadiran kliniknya, apakah sudah cukup ideal atau belum dari sudut pandang sebagai klien. Ia pun dengan sebijak mungkin, merespon saran dan kritik dari klien, karena tanpa kepercayaan mereka mungkin “Hadiprata Vet” tak akan bisa terus eksis hingga sekarang.

Tak hanya pertemuan dengan para pasien hewan yang unik – unik, klinik yang kini berlokasi di Jl. Mertanadi No.105, Kerobokan Kelod, Kec. Kuta Utara, ini tak jarang didatangi para pecinta hewan yang tak kalah memiliki karakter yang perfeksionis terhadap pengasuhan peliharaan mereka yang sudah dianggap seperti bagian dari keluarga. Kondisi ini, pun menjadikan drh. Lita semakin termotivasi dan melakukan pergerakan yang agresif untuk memberikan perawatan secara intensif dengan menambah fasilitas baru yaitu pet grooming atau salon hewan peliharaan. Intinya dokter manusia dan dokter hewan, sama-sama berurusan dengan nyawa yang patut diperjuangkan hingga titik darah penghabisan. Jadi tidak bisa asal – asal atau sekedarnya, karena mereka juga mahluk ciptaan Tuhan yang wajib kita lindungi dengan tiga kemampuan kita sebagai manusia yang disebut dengan Tri Pramana. Bayu (kemampuan untuk hidup), Sabda (kemampuan untuk bersuara), dan Idep (kemampuan untuk berpikir).
