Sinergi Integritas dan Kerja Keras

Sinergi Integritas dan Kerja Keras

Hingga saat ini, ada ribuan perusahaan yang bermain di sektor riil industri konstruksi dan mebel di Indonesia. Banyaknya kompetitor bisnis sejenis ini menjadikan kredibilitas dan reputasi setiap perusahaan menjadi sangat berharga. Sehingga ketelitan akan detail suatu kosntruksi yang dibuat haruslah sesuai dengan apa yang telah diharapkan. Namun jika bicara tentang usaha konstruksi dengan ciri khas Bali, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membahas ‘UD. Dharma Jati’ yang sukses seiring dengan menggeliatnya industri konstruksi di Bali. Berbagai proyek besar, baik dari pemerintah maupun swasta pun dapat diselesaikan dengan baik. Itu semua merupakan hasil sentuhan tangan kreatif dari seorang figur putra Bali bernama Nyoman Darmayasa ‘The right man, in the right place’ dibalik suksesnya ‘UD,Dharma Jati’.

Kesuksesannya tersebut berhasil menempatkannya di jajaran entrepreneur industri konstruksi yang diperhitungkan di Bali. Diawali dari proyek – proyek kecil yang dijalaninya dengan tekun, ia jadikan setiap langkahnya ini pelajaran yang sangat berharga. Suka maupun duka yang ada di dalamnya, mendidik sosok Nyoman Darmayasa menjadi manusia tangguh yang siap berkarya di kemudian hari.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, Nyoman Darmayasa sedari kecil telah ikut serta membantu pergulatan perekonomian keluarganya dengan membantu ibunya berdagang di pasar. Setiap hari ia harus bangun lebih awal, karena sebelum berangkat ke sekolah ia harus membantu ibunya untuk mengemas barang dagangan yang hendak di jual. Tak jarang pula selepas sekolah ia turut serta menjajakan dagangan ibunya dengan membawa baki keliling kampung. Meski sedari kecil sudah terus dihadapakan dengan pekerjaan yang berat, tidak pernah sekalipun Nyoman Darmayasa mengeluh akan apa yang dikerjakannya, karena di dalam lubuk hatinya ia hanya ingin menjadi anak yang berbakti dan dan dapat membantu mencukupi keterbatasan ekonomi keluarganya. Dan siapa yang tahu, bahwa keseharian itulah yang membentuk karakter Nyoman Daramaysa menjadi sosok yang berdikari yang kelak akan mengubah garis takdir hidupnya. Rutinitas seperti itu adalah hal yang normal bagi Nyoman Darmayasa untuk memulai hari – harinya yang panjang, sehingga jauh di dalam lubuk hatinya dengan impian kuat untuk mengubah garis takdir keluarganya. Namun jika melihat realita kehidupan yang ada saat itu, membuatnya tidak telalu muluk – muluk untuk mewujudkan impian itu, menurutnya dapat membantu berbagai pekerjaan orangtuanya saja telah terasa cukup melegakan hatinya.

Baca Juga : Semangat Berwirausaha Sukses Membangun Bisnis Sembako Hingga Properti

Di tengah beranjak dewasa Nyoman Darmayasa mempunyai impian untuk menjadi seorang petinju, sehingga ia ingin sekali bisa masuk ke sekolah atlet saat itu. Tapi kenyataan pahit harus ditelan oleh Nyoman Darmayasa, dikarenakan nilai akademisnya yang tidak terlalu baik, ia pun dianggap tidak memenuhi syarat untuk masuk ke sekolah impiannya itu. Saat ia merasa putus asa dan ingin menyerah, ia pun kembali mengingat kerja keras orang tuanya dalam memenuhi semua hajat hidupnya, dari sana ia merasa harus segera kembali bangkit untuk memilih jalan dan impian lain.

Sebagai manusia, tentunya seseorang tidak akan luput dari yang namanya cobaan. Setiap hari ada-ada saja berbagai masalah yang harus dihadapi, mulai dari masalah keluarga, masalah dengan teman, hingga masalah finansial. Tapi Nyoman Darmayasa sadar jika lari dan menghindari masalah bukanlah penyelesaian yang baik. Ia pun memantapkan hatinya untuk mencari impian dan tujuan lain, dengan memilih melanjutkan pendidikannya pada jurusan teknik bangunan di sebuah Sekolah Teknik Menengah atau yang biasa disebut STM kala itu. Dari sanalah ia mulai mempelajari dasar – dasar ilmu konstruksi.

Tak ingin nilai akademisinya kembali buruk, ia pun terdorong untuk belajar dengan giat dan meningkatkan nilai – nilai akademisnya. Sehingga Nyoman Darmayasa kali ini sangat menekuni pelajaran demi pelajaran yang diberikan dan akif menganalisa elemen – elemen penting yang menjadi pondasi ilmu konstruksi. Pribadinya yang berdikari membuat Nyoman Darmayasa sangat berkeinginan kuat untuk hidup mandiri. Sehingga setelah menyelesaikan ‘Sekolah Teknik Menengah, ia pun mulai mencari peluang pekerjaan agar dapat merubah garis takdir keluarganya seperti yang telah ia tekadkan sedari kecil. Berbekal ijazah STM ia pun kemudian mendapatkan peluang pekerjaan sebagai buruh harian di suatu proyek.

Terjun langsung dalam dunia pertukangan membuat Nyoman Darmayasa semakin mengerti dan mulai bisa memprediksi masa depan bisnis ini. Bagi sebagian orang, menjadi seorang tukang bangunan terkesan sebagai pekerjaan yang kasar dan dianggap sebelah mata. Tapi jangan salah, menurut Nyoman Darmayasa dari pekerjaan itu ia mendapatkan pendapatan harian di atas rata – rata dari pekerja kantoran. Yang terpenting adalah mempunyai sikap disiplin dan mau belajar, maka siapapun akan dapat melakukannya.

Sebagai seorang pekerja di suatu perusahaan, tentu mendapatkan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola proyek besar adalah suatu kebanggaan. Terlebih bagi Nyoman Darmayasa yang memang pada saat itu masih belum memiliki cukup pengalaman untuk mengelola proyek besar. Mendapatkan tanggung jawab besar tentunya bukan perkara yang mudah. Tugas yang besar juga memiliki resiko yang besar sebelum akhirnya dapat menikmati hasil kerja keras. Karena itu ia pun harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang, sehingga di tahap ini Nyoman Darmayasa biasanya menjalankan rencana yang telah ditentukan secara terperinci, mulai dari tugas masing – masing para tukang, kegiatan setiap harinya, sampai pada deadline proyek tersebut selesai.

Baca Juga : Kekuatan Doa dan Harapan Dalam Membangun Jembatan Kesuksesan

Sukses dengan beberapa proyek yang di percayakan kepadanya, membuat Nyoman Darmayasa semakin mahir dalam hal pengelolaan konstruksi. Dengan ilmu itu ia pun mengambil langkah besar untuk bisa membangun usaha konstruksi miliknya sendiri. Namun dalam merintis usaha sendiri pada kenyataannya tidaklah semudah membalikan telapak tangan dan bertumpu pada skill saja. Hal-hal lain yang menjadi benturan adalah modal awal yang tidak sedikit. Namun ada – ada saja cara Tuhan untuk melancarkan niatnya. Ditengah keadaan pelik, terkendala modal, ia pun dipertemukan dengan seorang kolega yang membantunya untuk bisa mencairkan dana tambahan dengan bekerjasama dengan pihak Bank. Hingga peluang tersebut tak ingin ia sia – siakan. Nyoman Darmayasa bergegas mulai mengajukan anggaran pembiayaan dan konsep pada beberapa proyek yang ada di Bali. Alhasil, berkat kegigihannya akhirnya ia mendapatkan proyek – proyek awal sebagai kontraktor dalam pengerjaan Pura – Pura dan perkantoran yang ada di Bali.

Dengan hasil yang gemilang dari beberapa karya konstruksi yang telah dibangunnya, proyek – proyek lain pun mulai berdatangan. Namun hal itu tak lantas membuat Nyoman Darmayasa cepat puas dan pasif akan pencapaiannya sekarang, karena sebagai pebisnis di sektor konstruksi dan mebel ia harus terus memantau perkembangan tren properti yang sedang laris di pasaran, dan harus mampu melakukan analisa kebutuhan pasar dan tren yang sedang berkembang. Dari pengalamannya itu ia mengetahui bahwa penjualan produk konstruksi dan mebel tidak hanya dipengaruhi oleh hal – hal umum seperti lokasi, harga yang kompetitif, dan fasilitas yang menarik, tapi juga turut dipengaruhi oleh hal-hal yang lebih spesifik seperti desain bangunan, material, hingga hubungan komunikasi untuk membangun kedekatan emosional dengan para kliennya.

Berbicara akan kiat suksesnya, Nyoman Darmayasa mengatakan bahwa bekerja dengan tulus tanpa pamrih adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnisnya. Karena nyatanya segala sesuatu yang dilandasi dengan niat baik akan menghasilkan karma yang baik pula.

Dengan semua kesuksesan yang telah dimiliki oleh Nyoman Darmayasa sekarang, mengingatkan kita kembali bahwa keringat dari kerja keras akan menjadi anak sungai yang akan terus mengangkut sampan impian seseorang. Namun janganlah lupa diatasnya tumpangkan pula impian-impian manis banyak orang ketika sampan itu dirasa menjadi terlalu luas hanya dihuni impian sendiri. “Dunia akan terus bertumbuh, maka dari itu kita harus mempersiapkan diri untuk terlibat dalam setiap pertumbuhannya” begitu ucap Nyoman Darmayasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.