Upaya Tingkatkan Kepercayaan Krama Dengan Kebijakan Keringanan Biaya Kredit di Situasi Pandemi

Upaya Tingkatkan Kepercayaan Krama Dengan Kebijakan Keringanan Biaya Kredit di Situasi Pandemi

Pertumbuhan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) setiap tahunnya terus bertambah, diawali pada tahun 1984 oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Bali. Menurut data per 30 Juni 2021, jumlah LPD di Bali sudah mencapai 1.436 yang masih eksis. Salah satunya LPD Desa Adat Tiga, yang terus berupaya meningkatkan pembenahan, memperkuat permodalan dan tengah ke arah pengembangan sistem digitalisasi.

Bertempat di Desa Adat Tiga, dimana penduduknya secara adat istiadat memiliki satu kesatuan dan terangkum didalam Gebog Satak Tiga Buungan yang terdiri dari 9 Desa Pakraman ini, kira-kira pada tahun 1987 didirikanlah LPD Desa Adat Tiga sekaligus I Nyoman Berata terpilih sebagai pimpinan LPD yang berlokasi di kabupaten Bangli. Awalnya hanya berkaryawankan empat orang, termasuk dirinya, dengan tidak digaji untuk sementara waktu, mereka ngayah untuk desa melalui perintisan LPD Desa Adat Tiga, berharap akan membawa pengaruh positif dari sisi ekonomi krama dan pembangunan Desa Adat Tiga.

Baca Juga : Kepercayaan Krama Sebagai Aset Berharga yang Patut Dijaga

Dengan mengayuh sepeda, di mana saat itu masih minim kendaraan sepeda motor, I Nyoman Berata berangkat menuju LPD yang lokasinya masih numpang di kantor desa, yang tentu saja tidak memenuhi standar operasional sebagai lembaga keuangan. Seiring berjalannya waktu dan nilai aset mulai ada peningkatan LPD Desa Adat Tiga sempat beberapa kali perpindah – pindah lokasi. Pertama membeli tanah seluas 6,5 are setelah LPD berjalan tujuh tahun, kemudian baru menempati lokasi saat ini sejak tahun 2021.

Dalam memperkenalkan LPD secara umum kepada krama desa, I Nyoman Berata masih bergabung dengan kegiatan pertemuan perbekel di balai banjar. Pria kelahiran Banjar Buungan, Desa Tiga, Kabupaten Bangli ini, menjelaskan fungsi dan manfaat LPD bagi krama dan desa, bahwa LPD bukanlah lembaga keuangan umum, melainkan Lembaga Keuangan Komunitas atau sederhananya LPD adalah milik krama desa yang dibangun dalam upaya pengembangan fungsi – fungsi sosio – ideologis, sosio – kultural, dan sosio – religius kehidupan masyarakat di Bali.

Desa Adat Tiga dihuni mayoritas krama-nya yang merupakan petani dan peternak, LPD Desa Adat Tiga berharap dapat selalu memberikan dukungan dalam perekonomian, krama desa juga tetap mendukung penuh keberadaan LPD, karena setiap tahun 20 persen dari laba yang didapatkan akan dikembalikan lagi ke desa adat. I Nyoman Berata berupaya, kinerja positif dapat terus di pertahankan dan pembina LPD di kabupaten Bangli akan terus memberikan perhatian lewat pembinan yang rutin kepada seluruh LPD di Bangli, agar LPD tetap pilihan menjadi alternatif dalam pengelolaan keuangan krama desa dengan keunggulan diantaranya, pemberian kredit / pinjaman diprioritaskan bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah sebagai modal usaha, bunga pinjaman ringan (termasuk pinjaman lunak) dan jangka waktu pengembalian 1-5 tahun tergantung besar kecilnya pinjaman, dengan sistem bunga menurun.

Baca Juga : Tidak Hanya Mencari Keuntungan Semata Tapi Juga Mengedukasi dan Pembinaan Finansial

Situasi pandemi yang tak terduga, LPD Desa Adat Tiga yang memiliki 10 orang staf ini berupaya berlaku bijak kepada krama, dengan hanya membayar bunga kredit saja selama satu tahun selama tahun 2020, mengingat krisis ekonomi diakibatkan selama pandemi. Keringanan pembayaran bunga saja, tidak dikenakan pinalti serta perpanjangan jangka waktu pembayaran kredit, disesuaikan dengan kemampuan krama. I Nyoman Berata menegaskan LPD Desa Adat Tiga, tidak hanya mencari laba saja melainkan memikirkan juga kesulitan krama. Sehingga dengan kebijakan ini, sekaligus meningkatkan kepercayaan krama yang mempengaruhi terjadinya peningkatan aset LPD Desa Adat Tiga selama pandemi 2020.

Tahun 2021, pencapaian LPD Desa Adat Tiga telah beraset Rp. 70 miliar lebih dan laba hingga Rp. 1,6 miliar. Di situasi pandemi tahun 2022, LPD sudah memberikan dana pembangunan sebesar Rp 320 juta dan pembagian sembako ke Desa Adat Tiga, dengan penyerahannya saat paruman krama. Bersyukur LPD Desa Adat Tiga telah memenuhi kontribusinya untuk turut berpartisipasi membangun desa, terlebih di masa pandemi sangat bermanfaat bagi krama desa. Selain itu pandemi yang sudah mulai memberikan pertanda baiknya dengan penurunan kasus, sangat bersyukur LPD Desa Adat Tiga telah mampu melaluinya. Astungkara semua aktifitas di berbagai bidang kembali normal, khususnya Bali sebagai tujuan pariwisata kembali bangkit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.