Dari Seorang Juru Masak Kini Aktif Memimpin Koperasi Konsumen Cempaka Mas Sejahtera Sebagai Garda Depan Mengelola Keuangan Masyarakat

Dalam perjalanan merintis, sudah pasti Rekanada masih membutuhkan feedback dan saran sebagai bahan evaluasi diri. Tak sesederhana sampai disana, tantangan demi tantangan yang sifatnya semakin mengglobal, seperti krisis ekonomi imbas dari 2,5 tahun pandemi Covid-19, membuatnya tak bisa berhenti, membutuhkan dukungan para senior di koperasi dan kolaborasi yang kuat antara manajemen dan anggota.

Upaya yang telah dilakukan sampai saat ini, Rekanada menggerakan pengembangan lini usaha sebagai koperasi konsumen seperti penyediaan fotocopy dan counter pulsa dan hp. Pendekatan usaha lainnya diproyeksikan akan segera menyusul, menyimak tak sedikit orang-orang yang sudah menjadi korban PHK masa pandemi. Pria berusia 50 tahun ini, pun bangga karena mampu merekrut karyawan yang berasal dari berbagai latar belakang profesi, untuk ikut bergabung mengembangkan koperasi.

Baca Juga : Kegigihan Menempuh Perjalanan Jauh yang Terjal dan Berliku Berbekal Sepotong Doa Dapat Wujudkan Hidup yang Lebih Bermanfaat

Demi mampu merancang agenda-agenda koperasi selanjutnya, pembenahan – pembenahan yang bersifat pro-koperasi harus bergegas dilancarkan. Seperti pembenahan kualitas sumber daya manusia, baik dari segi ilmu dan soft skill dalam menyikapi transformasi digitalisasi. Kemudian membangun bonding dengan lembaga koperasi lain di Tabanan, dalam rangka antisipasi berbagai situasi genting berskala global kedepannya.

Merefleksikan diri sebagai anak petani yang jauh dari kata beruntung, Rekanada mengafirmasikan koperasi ini harus mampu meregenerasi ke pewaris – pewaris selanjutnya yang memilki minat di bidang perkoperasian. Agar para petani khususnya, bisa dimudahkan dalam membiayai kebutuhan pangan keluarga dan pendidikan anak-anak mereka setinggi-tingginya. Dengan demikian, diharapkan akan lahir jejak-jejak calon pemimpin selanjutnya, bahkan yang lebih memahami digitalisasi untuk memperluas pelayanan koperasi. Dan tak kalah krusial adanya karakter empati dan kepedulian kepada masyarakat sekitar, seharusnya menjadi poin pertama dari lembaga keuangan terdekat di hati masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *