Meskipun terus digerus dengan kehidupan yang sungguh sulit, I Ketut Suardana tetap gigih untuk memprioritaskan pendidikannya, ia pun termasuk siswa yang tebilang berprestasi di sekolah dan direkomendasikan oleh pihak sekolah untuk melanjutkan pendidikannya di SMP terbaik, namun apa daya jika realitas kehidupan berkata lain.
Orang tuanya sudah tidak lagi sanggup untuk membiayai kebutuhan pendidikannya, alhasil sekolah I Ketut Suardana pun sempat terhenti selama 3 bulan, hingga ia pun bertemu dengan sosok orang tua asuh bernama ‘Ketut Sutama’ yang merupakan anggota POLRI dan juga seorang pebisnis penjualan beras. Ia pun kemudian mendapatkan tawaran untuk bekerja mengelola bisnis ‘Ketut Sutama’ sembari melanjutkan sekolahnya.
Memanglah rencana Tuhan tidak ada yang tahu, namun yang pasti tampaknya Tuhan selalu ada untuk setiap insan yang bersungguh-sungguh berteman dengan kegigihan. Dari pekerjaan itu I Ketut Suardana pun pelan – pelan dapat menyelesaikan pendidikan formalnya hingga menamatkan SMA.

Setelahnya I Ketut Suardana mengikuti tes CABA/Calon Bintara TNI dan buah kegigihannya adalah ia lulus dan ditempatkan di ‘Perhubungan Angkatan Darat’ lalu dapat mengabdi kepada negara dengan tugas dinas di wilayah Timor Timur/Timor Leste.
Dari perjalanan I Ketut Suardana meraih impiannya, hendaknya kita dapat belajar bahwa selalu ada kesempatan bagi orang-orang yang gigih memperjuangkan masa depan dan impiannya, meskipun tantangan hidup tak jarang sangat melelahkan fisik dan mental. Ubah cara berpikir, dengan begitu setiap insan akan menikmati setiap momen dalam hidupnya sebagai pelajaran yang bermakna.
Selain menahkodai lembaga keuangan, I Ketut Suardana juga merupakan dosen di ‘STISIP Margarana’ dan juga merupakan kepala pecalang di Desa Baturiti.
