Dengan semua pencapaiannya sekarang, I Ketut Suardana sangat meyakini bahwa ada campur tangan Tuhan yang memudahkan setiap jalannya, selain kegigihan dan kerja keras. Pencapaian lembaga saat ini tak lantas membuatnya cepat merasa puas dan mengendurkan langkah. Menurutnya masih banyak hal yang harus ditingkatkan di zaman serba cepat sekarang ini.
Dalam mengemban amanahnya sebagai pemimpin, sosok I Ketut Suardana pun lebih condong untuk berinteraksi dan dan terjun langsung mengkomunikasikan program-program ‘Koperasi Konsumen Mesari Dana Sejati’ dan fungsinya secara masif, agar dapat terus menggeliatkan animo masyarakat untuk bangkit dan mewujudkan basis ekonomi mandiri secara bersama melalui koperasi.
Berbicara tentang gemilangnya ‘Koperasi Konsumen Mesari Dana Sejati’ maka tak lengkap rasanya jika tak membahas lembar penempan hidup yang dilalui I Ketut Suardana.

I Ketut Suardana merupakan putra daerah yang lahir di tengah keluarga yang terbilang pas-pasan dan jauh dari kata mewah. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai buruh yang harus menghidupi ke enam anaknya.
Perekonomian keluarga yang sungguh susah, membuatnya sedari masih duduk di bangku sekolah dasar berinisiatif untuk membantu roda perekonomian keluarga. Biasanya untuk dapat mencukupi hajat hidup dan pendidikannya, I Ketut Suardana harus pergi ke pasar untuk menawarkan jasa sebagai buruh angkut yang membawa barang-barang komoditas untuk dijajakkan ke pasar.
Dari pekerjaan itu ia mendapatkan upah sebesar 5 rupiah, yang sebagian ia tabung untuk biaya sekolah. Tak jarang pula seingatnya ia harus berpuasa menahan lapar, menunggu hingga dapat membeli kebutuhan pangan.
