Berjalannya waktu, KSU Cricket Gianyar terus tertuntun untuk memberikan pengalaman dan keterbukaan penyampaian informasi dalam hal keuangan kepada seluruh anggota. Sayangnya kondisi wabah Covid-19 yang dikira hanya berlangsung beberapa bulan, sontak menguji mental dan loyalitas koperasi. Tak sedikit nasabah kemudian ingin menarik dana dan mengajukan kredit. Kontrol dalam hal ini menjadi tantangan bagi KSU Cricket Gianyar, bagaimana agar mampu memenuhi keinginan nasabah, tapi juga menjaga likuiditas koperasi. Dalam hal ini pemerintah pun wajib turun tangan, dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) agar memberikan restrukturisasi, serta relaksasi kepada anggota. KSU Cricket Gianyar pun mengikuti anjuran pemerintah, yakni merelaksasi pada pemilik kredit dengan tidak dikenakan denda atau bunga.

Tak menyangka problema yang disebabkan pandemi akan berlangsung lama, sebagai ketua ia terus berupaya mencari inovasi terbaik agar koperasi terus mampu mempertahankan keeksistensiannya. Ia mengumpulkan anggota dan karyawan, sembari meyakinkan hal yang bersifat fundamental, yakni kepercayaan masyarakat untuk bergabung dengan koperasi, dengan memberi informasi sejelas-jelasnya, bahwa koperasi masih dalam kategori sehat dan aman untuk menopang ekonomi masyarakat. Pendekatan secara personal juga diupayakan, namun tak dipungkiri, ada yang lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan dan menunda dulu untuk menabung. Sudut pandang ini, pun membuat Erawan memahami perilaku nasabah yang berubah, seiring dengan perubahan atau tantangan zaman. Fenomena ini menjadikannya harus memikirkan ide-ide kreatif lainnya, demi tetap mendedikasikan diri kepada masyarakat.
Kembangkan Naluri Berbisnis Hospitality di Koperasi
Pengaruh sosok ayah dalam kehidupan masa kecil Erawan, sangatlah besar. Terlepas memberikan nasehat terbaik dalam didikan keluarga, terpenting ialah beliau memberikan contoh nyata, dengan kerja keras beliau selain sebagai PNS, juga masih mencari batu padas demi memenuhi kesadaran ekonomi keluarga. Sebagai putra, mau tak mau, Erawan pun ikut mengambil pekerjaan tersebut, setiap jam 6 pagi sebelum beraktifitas di sekolah.

