‘Koperasi Catur Yoga Sedana’ Tanamkan Prinsip Rasa Memiliki Pada Koperasi Baik Pengelola Maupun Masyarakat

Berjuang untuk Tetap Sekolah.
Lahir di lingkungan pekerja buruh tani, sama halnya pekerjaan orangtuanya, anak keempat dari tujuh bersaudara ini, bisa dikatakan paling kurang beruntung bila disejajarkan dengan teman – teman sebayanya. Selain penghasilan petani yang belum memadai, ditambah kurang lengkapnya orangtua, karena takdir ayah yang lebih cepat menghadap ke Sang Pencipta. Ia pun dihadapkan pada kenyataan harus turut serta membantu ekonomi keluarga dengan menjadi buruh bangunan, di sela-sela kewajibannya menerima pendidikan, yang akhirnya meski dengan nafas tersengal – sengal sampai di level perguruan tinggi.

Dalam pencapaian tersebut, Suardana tak mengendapkan rasa syukurnya, karena sebagian besar keluarganya hanya mampu mengenyam pendidikan sampai di bangku sekolah dasar. Terlebih sosok ibu yang begitu memberikan dukungan kepadanya untuk terus bersekolah selayak – layaknya. Beliau berpesan, agar jangan melupakan saudara – saudaranya bila ia telah bekerja nanti, terutama memberikan daya dukung untuk adik – adiknya kelak.

Tamat sebagai sarjana, Suardana lantas dipercaya terlibat di organisasi desa, seperti sebagai Ketua Sekaa Teruna Teruni (STT), kemudian ia disambangi oleh Bendesa Adat untuk mengelola LPD di desanya. “Penawaran beliau saat itu, untuk memegang LPD Senapahan sementara waktu, namun nyatanya di lapangan, saya sampai 15 tahun dipertahankan di LPD”, ucapnya seraya tersenyum.

Baca Juga : Memilih di Bidang Toko Bahan Bangunan Dibandingkan Pariwisata Seperti Rekan – Rekannya

Pesan lainnya yang dilimpahkan kepada Suardana, ibunya berharap ia menjadi pribadi yang jujur di mana pun berada, apalagi hidup bersosialisasi di masyarakat. Sepertinya apa yang dikatakan ibunya pun memang sejatinya sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan kisah nyata, saat ia akan mendirikan koperasi, para nasabah di LPD mengira ia akan meninggalkan LPD sepenuhnya, mereka kemudian memilih berbondong – bondong menarik dana mereka. Suardana pun memberi penjelasan yag melegakan, bahwa ia akan tetap mengawasi kinerja LPD sembari merintis Koperasi Catur Yoga Sedana.

Penerapan sistem yang transparansi, akuntabilitas, integritas dan terbuka atas laporan keuangan yang ada di koperasi, bertanggung jawab serta berlandaskan kejujuran, Astungkara sampai saat ini Koperasi Catur Yoga Sedana sudah beraset Rp. 17 miliar dan mendapat gelar salah satu terbaik untuk kategori koperasi simpan pinjam (KSP). Kendati sempat mengalami penurunan karena kondisi pandemi yang menimbulkan persinggungan dengan ekonomi para nasabah. Kedepannya harapan Suardana, koperasi dan sektor usaha lainnya bisa berjalan bahu membahu, khususnya koperasi yang ada di seluruh kabupaten Tabanan semakin mampu bersaing dan berkembang di masa-masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *