Koperasi Sari Budi Sedana Saling Merangkul Untuk Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Sehat dan Berdaya Guna

Menyikapi hal tersebut I Ketut Latra Geminada selalu memfokuskan arah kebijakannya untuk membentuk dan memfasilitasi anggota dan para masyarakat yang ingin berwirausaha. Alhasil, sinergitas yang dihasilkan multilini inilah yang nyatanya menjadikan ‘Koperasi Sari Budi Sedana’ tetap kokoh menjadi tonggak penopang untuk terus berusaha menstabilkan perekonomian masyarakat di wilayahnya dan mampu melewati masa-masa sulit terkait pandemi.

Karena bagaimanapun era revolusi industri saat ini memaksa masyarakat untuk dapat terus berprogres dalam pengembangan diri, tak terkecuali jalannya lembaga koperasi yang harus dapat beriringan dengan era dan derasnya laju perkembangan digital.

Maka dari itu dalam pegorganisiran kinerja lembaga sangat dibutuhkan SDM yang baik dan sosok manajer sebagai individu yang bersentuhan dan berhadapan langsung dengan kinerja dan kebutuhan nasabahnya.

Baca Juga : Optimis Membentangkan Layar Semangat Untuk Masa Depan Industri Pariwisata

Dalam hal ini, peran dari sosok I Nyoman Witara selaku manajer lah yang paling fundamental dalam mengatur ritme dan dinamisnya kinerja lembaga ‘Koperasi Sari Budi Sedana’ hingga langkah unifikasi yang dijalankan dapat menghulu pada keputusan yang benar dan mengena. Harmonisasi itulah yang terus diperhatikan oleh I Nyoman Witara agar gesekan-gesekan sosial dapat terhindar dan laju koperasi dapat terus komprehensif dan berimbang.

Berbicara tentang dinamisnya pertumbuhan dan perkembangan Koperasi Sari Budi Sedana, maka tak lengkap rasanya jika tidak membahas penempaan kedua sosok esensial yang mengarahkan roda kemudi laju lembaga kemasyarakatan ini.

Sebenarnya sosok I Ketut Latra Geminada dan I Nyoman Witara mempunyai hubungan tali saudara sebagai misan (sepupu). Meskipun dilahirkan dari orang tua yang berbeda, kehidupan masa kecil mereka sebenarnya tidaklah jauh berbeda.

Keduanya sama-sama tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang amat sederhana. Orang tua mereka berprofesi sebagai petani dan peternak yang harus mencukupi hajat hidup dan pendidikan anak-anaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *