Karena kondisi yang tak memungkinkan, alumni Fakultas Ekonomi UNMAS ini, kemudian mengalokasikan dana tirta yatra untuk berbagi bantuan sembako demi meringankan beban seluruh anggota. Nyoman Kantun pun menambahkan, ia jarang sekali bahkan tidak pernah sama sekali memberikan hadiah dengan peringkat 1,2 dan 3, demi menjaga rasa kebersamaan dari seluruh anggota. Doorprize dibagikan secara adil dan sama rata kepada seluruh anggota, misalnya perlengkapan persembahyangan berupa bokor, kamen dan lain-lain. Untuk dana sosial seperti uang santunan, juga tidak luput di berikan bagi anggota yang tengah berduka sebagai bentuk kepedulian koperasi kepada setiap anggotanya, yang disesuaikan dengan masa keanggotaan. Jangka waktu 1-5 tahun diberi santunan sebesar Rp. 5 juta dan 5 tahun keatas sebesar Rp. 10 juta. Harapannya upaya nyata ini bisa sekaligus menanamkan rasa saling memiliki kepada para anggota untuk memanifestasikan koperasi sebagai “Rumah Kedua”. Rumah yang berasaskan kebersamaan dan persatuan, dalam menentukan setiap keputusan penting di koperasi yang tak lain adalah ada di tangan anggota yang sejatinya pemilik dari koperasi itu sendiri.
Sebagai bagian dari pendiri KSP Dharma Asih Sentana, Nyoman Jaya dan Anak Agung Ngurah Widana berpesan untuk generasi milenial agar tetap bersemangat dan tetap belajar untuk menghadapi era digital saat ini dengan mendirikan suatu usaha atau berikari, dimana masa depan bangsa kita ada di tangan generasi sekarang dan generasi-generasi selanjutnya.
