KSP Dharma Asih Sentana Manifestasikan Koperasi Sebagai “Rumah Kedua” di Hati Seluruh Anggota

Pentingnya Menanam Rasa Kebersamaan.
Menemui wabah global pandemi yang tak terduga, disinilah menjadi tantangan Nyoman Kantun dan koperasi yang beranggotakan aktif 233 orang ini untuk tetap bersinergi melayani masyarakat. Sebelum pandemi ini melanda, koperasi berjalan secara stabil dan nasabah membuktikan loyalitasnya kepada koperasi untuk menyimpan dana mereka di koperasi. Hal ini berkat latar belakang para pendiri yang sudah memiliki jam terbang memadai untuk membangun kepercayaan masyarakat di lingkungan sekitar koperasi, maupun mantan nasabah di tempat bekerja sebelumnya yang sukses ia rekrut. Dari pengalamannya di bank, ia mengambil kesimpulan bahwa kesan pertama sangatlah penting dalam melayani nasabah yang baru pertama kali bertransaksi. Tak hanya di bank, di bidang usaha pelayanan jasa apapun, memberikan kenyamanan dan pelayanan memuaskan adalah mutlak harus dimiliki, jangan hanya sekedar mengandalkan promo suatu produk. Dari kesaksian nyata satu nasabah saja, niscaya akan memantapkan diri untuk menjadi pelanggan dan secara tidak langsung juga merekomendasikan usaha atau kinerja kita dari mulut ke mulut.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati

Kondisi pandemi yang tak bisa dihindari sempat membuat KSP Dharma Asih Sentana mengambil langkah bijak dengan lebih selektif dalam menentukan kredit yang bisa dikeluarkan, tujuannya tak lain agar koperasi tetap bisa melakukan pemutaran modal. Bersyukurnya para anggota bisa berfikir cerdas dan memahami kondisi yang sedang terjadi, sehingga ada beberapa diantara mereka yang juga ikut membantu koperasi dengan menyimpan dana lebih mereka di koperasi. Namun sayang, beberapa agenda pun terpaksa ditunda seperti Rapat Anggot Tahunan (RAT) dan kegiatan tirta yatra yang setiap tahunnya rutin dilaksanakan. “Agar kami tim koperasi dan anggota, tak hanya melulu fokus dengan duniawi saja, sebaiknya kita menjadi manusia yang bijak dalam menjaga keseimbangan hidup, dengan senantiasa ingat bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan leluhur”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *