Merasa tak mungkin baginya merintis usaha selain dari perbankan, sekaligus satu – satunya skill yang ia miliki hanyalah di bidang ini, Nyoman Kantun cukup optimis koperasinya bersama rekan-rekan akan bergerak progresif. Namun optimis dan percaya diri dari pihaknya sebagai pengelola saja tidaklah cukup, dari elemen masyarakat pun diharapkan memberikan kesempatan dan sumbangsihnya kepada “KSP Dharma Asih Sentana” untuk membuktikan diri. Bahwa, visi utama dari dirintisnya koperasi tak hanya untuk kepentingan pengelola melainkan untuk kemajuan bersama yang sesuai dengan asas koperasi itu sendiri, karena bagaimana pun tanpa adanya anggota, sama saja koperasi tak akan bisa berkembang.
Di awal pendirian KSP Dharma Asih Sentana, Nyoman Kantun mengontrak sebuah lokasi satu ruko di depan kampus Politeknik Negeri Bali dengan karyawan berjumlah 10 orang untuk memenuhi beberapa jobdesc, baik yang berhubungan pelayanan nasabah dan backoffice. Seiring kehadiran koperasi yang diakui masyarakat, ia kembali menyediakan ruang bagi para SDM yang mampu memenuhi syarat bekerja di koperasi untuk bergabung, membawa nama koperasi lebih bergengsi dan bisa diandalkan oleh masyarakat Pecatu khususnya.

Baca Juga : Tetap Membumi Dengan Impian Besar Untuk Masa Depan Keluarga dan Anak Bangsa
Seiring proses pengembangan, tak hanya ruangan di kantor yang mulai penuh, area parkir KSP Dharma Asih Sentana pun mulai tak mampu mengontrol kapasitas. Akhirnya, bertepatan dengan kontrakan yang jatuh tempo, Nyoman Kantun sepakat tak memperpanjang masa kontrak, ia lebih berinisiatif untuk mengontrak tanah. Jadilah di lokasi saat ini, koperasi mengontrak selama 25 tahun, terhitung sejak lima tahun lalu. Jumlah tenaga pun semakin bertambah dan sampai saat ini, resmi memiliki 17 orang karyawan yang berpotensi mendukung perjalanan lika-liku koperasi ke depannya. Terbukti berkat kerjasama dan sinergitas antar pengelola, anggota dan seluruh stakeholder yang turut membangun KSP Dharma Asih Sentana, kini koperasi berstatus sehat dengan aset mencapai 33 miliar.
