KSP Sari Majapahit Terus Bangkit Dengan Visi yang Kuat Untuk Masa Depan

Alhasil niat baik pun akan membawa karma yang baik, hingga kini lebih dari satu dekade ‘KSP Sari Majapahit’ pun masih melesat sehat dan signifikan seiring dengan animo masyarakat untuk tergabung dalam koperasi yang semakin tinggi.

Masa – masa kritis di setiap lini terkait pandemi pun dapat dihadapi sosok I Ketut Pegog dengan cermat. I Ketut Pegog meyakini dengan kerjasama yang kuat antara lembaga, anggota dan juga jajaran pemerintah desa, maka lambat laun sinergitas yang dimiliki itu akan menjadikan lembaga koperasi yang dijalankan semakin kokoh dan dapat melalui fase kritis itu.

Ditanya kunci sukses dalam menjalankan programnya, I Ketut Pegog megatakan bahwa ia terus mengikuti perkembangan yang ada, dengan itu kebutuhan para anggota pun akan terpenuhi. Terlebih di era digitalisasi yang semakin cepat sekarang ini, ‘KSP Sari Majapahit’ pun terus bergerak progresif mengimbangi sistem informasi yang semakin cepat dengan mewujukan sistem komputerisasi yang terpadu, agar dapat memberikan kemudahan bagi pelayanan juga membantu kinerja dan pendokumentasian agar lebih praktis.

Baca Juga : Tetap Membumi Dengan Impian Besar Untuk Masa Depan Keluarga dan Anak Bangsa

Sukses dengan karir yang gemilang dan dapat berkontribusi memberikan manfaat luas bagi perekonomian masyarakat, siapa yang menyangka bahwa kehidupan masa kecil sosok I Ketut Pegog sungguh susah.

Namun semua kesulitan dan tantangan hidup itulah yang nyatanya dapat menempa hidupnya menjadi pribadi yang gigih dan berkeinginan kuat untuk mengubah garis takdir hidupnya.

I Ketut Pegog lahir di tengah keluarga yang jauh dari kata mewah. Ia pun telah ditinggal oleh sosok mendiang ayahanda ketika ia berusia 6 tahun dan masih duduk di bangku sekolah dasar. Momen itu pun menjadi lembar kehidupan pahit I Ketut Pegog dan saudara – saudarinya, terlebih bagi ibunda tercinta yang harus menjadi sosok orang tua tunggal yang harus mencukupi hajat hidup dan pendidikan ke empat anaknya.

Sosok ibunda pun kemudian berjuang dalam pergulatan ekonomi keluarga dengan menjadi buruh kasar bangunan. Melihat langsung suri tauladan dan kegigihan ibunda yang tanpa lelah membanting tulang demi keluarga, membuat I Ketut Pegog berkeinginan kuat untuk dapat mandiri dan berdikari.

Walau usianya pada saat itu masih sangat belia, namun gerus arus kehidupan dan perekonomian yang menghimpit itulah yang membentuk dan menguatkan mindset-nya untuk selalu positif menghadapi getirnya takdir.

Beruntung di masa – masa pelik itu, sosok pamannya turut merangkul dan membantu perekonomian keluarganya. I Ketut Pegog pun kemudian dapat turut bekerja bersama pamannya dengan menjadi penggembala sapi, ia terjun langsung memutar roda perekonomian keluarga semenjak belia, sembari bersekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *