Perekonomian keluarga yang sungguh sulit dan serba pas-pasan, menuntun I Ketut Sudirta untuk turut gigih berjuang membantu ibunda tercinta mencukupi hajat hidup dan pendidikannya. Ia pun telah di didik sejak dini untuk mandiri dan diberikan tanggung jawab untuk ikut bekerja memutar roda perekonomian keluarga dengan bekerja di ladang dan mengurus hewan ternak untuk kemudian di jual.
Meski terus dibenturkan dengan kehidupan yang sulit, sosok ibunda tercinta yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai ilmu pendidikan nyatanya terus menjadi energi pendorong dan suri tauladan bagi I Ketut Sudirta untuk gigih berjuang memprioritaskan kebutuhan pendidikannya.
Meskipun pada masa itu, ia tahu betul bahwa tak jarang ibunda tercinta harus meminjam uang dan menjual hewan-hewan ternaknya agar ia dan saudaranya dapat terus bersekolah. Kegigihan dari suri tauladan ibunda yang seperti tanpa lelah memperjuangkan masa depan anak-anaknya itulah yang kemudian membuatnya mampu tumbuh sebagai anak yang mempunyai sikap mandiri dan disiplin.
Baca Juga : Mengedukasi Pentingnya Kesadaran Menjaga Kesehatan dan Lingkungan yang Aman Bagi Hewan Peliharaan
Alhasil lembar kehidupan inilah yang mungkin tanpa sadar menempa semangat pantang menyerah dan jiwa berdikari seorang I Ketut Sudirta. Sampai di titik kehidupan yang ia jalankan saat ini baginya tidak lepas dari dukungan dan doa sang ibu tercinta yang sangat dekat secara emosional dengan dirinya, baginya sosok Ibunda adalah pahlawan sejati di kehidupan nyata.

Ketekunan dan ketangguhan ibu nya untuk menghidupi anak – anaknya, menjadi pelajaran kehidupan langsung yang menjadi cambukan I Ketut Sudirta untuk menjadi lebih kuat menghadapi lika – liku kehidupan.
Karenanya I Ketut Sudirta selalu memanjatkan doa dan bersyukur kepada Tuhan atas apa yang ia jalani dan ia dapati saat ini. Meskipun perjuangannya masih terus bergulir, bagi I Ketut Sudirta perjuangan sesungguhnya bukan terletak pada saat berjuang dan mendapatkan hasil yang gemilang. Akan tetapi terletak pada saat ia dapat mempertahankan apa yang telah diraihnya untuk tetap dapat meneruskan legacy pada generasi berikutnya. I Ketut Sudirta pun meyakini, bahwa hidup yang nikmat adalah hidup yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungannya.
Alhasil, keterlibatan I Ketut Sudirta sebagai pengelola ‘KSU Sentana Artha’ hingga saat ini membuatnya tahu betul setiap rinci persoalan hingga urgensi masyarakat di wilayahnya. Dengan pengalaman lembaga koperasi yang telah berdiri lebih dari tiga dekade, maka lembaga keuangan ini telah menjadi komponen penting dalam proses tumbuh kembangnya kelompok UMKM, pertumbuhan lini ekonomi hingga pembangunan di wilayahnya.
