Anak Petani yang Bersikeras untuk Kuliah
Orangtua yang bermata pencaharian sebagai petani, seolah mensinyalir I Ketut Wiranata harus puas sampai di SMA saja. Namun, kondisi tersebut enggan ia berlakukan pada nasib pendidikannya. Sekuat tenaga dan sekeras upaya ia kerahkan, dari sebagai petani yang menggarap tanah seluas 30 are dari orangtua, sembari mengumpulkan penjahit di sekitaran desa untuk membuka garment kecil-kecilan dari kain yang ia dapatkan di Kuta. Sampai membuatnya berhasil menerima gelar sarjana.
Setelah tamat, pria kelahiran 17 Mei 1967 ini sempat training di sebuah hotel di Kuta, sebagai housekeeping, kemudian dipromosikan ke front office. Setelah menikah, I Ketut Wiranata membuka usaha selanjutnya yakni rent car, dari bermodalkan satu sepeda motor, hingga upgrade ke kendaraan roda empat. Di saat yang hampir bersamaan, ia diangkat oleh komite sekolah sebagai guru honorer mata pelajaran Bahasa Inggris di SDN 2 Cemagi, karena ketiadaan guru terkait studi tersebut. Sampai saat ini ia masih mengabdi, namun tidak berstatus pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga : Anak Desa yang Menuntaskan Dharma Kepada Ayahnya Tercinta Untuk Menjadi Seorang Dokter
Awal terjunnya ke koperasi, ditandai di sekolah tersebut dengan dibentuknya koperasi bernama “Dwira Mandiri”. Namun karena kesibukkan, ia mundur dari koperasi setelah menjabat dua periode sebagai Ketua. Perjalanan koperasi tersebut tak semulus saat ia masih bergabung, sehingga ia sempat ditarik kembali untuk membantu memecahkan persoalan. Satu bulan disana, upaya-upaya yang dilakukan I Ketut Wiranata untuk mengembalikan kondisi koperasi yang sehat, tak didukung dengan pemenuhan data yang ia butuhkan. Karena tidak bersinergi, ia kembali mengeluarkan diri.
Menyaksikan capaian I Ketut Wiranata sebelumnya, ia pun terpilih sebagai Ketua di Koperasi Sila Dharma Artha. Ia berekspetasi bila koperasi ini terus bertumbuh, siap dalam mengelola risiko, menghasilkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat. Sejatinya, akan ada regenerasi ketua selanjutnya yang mampu membawa perfoma koperasi yang positif dan mampu memberikan contoh yang baik bagi manajemen maupun anggota di masa mendatang yang lebih kompetitif.
