Sosok Entrepreneur Muda yang Menahkodai “KSP Sari Parta Kencana” Tetap Bertumbuh dan Berdaya Saing

Membicarakan gemilangnya pertumbuhan ‘KSP Parta Kencana’, maka sudah seharusnya jika membahas latar belakang kehidupan yang membentuk karakter kepemimpinan sosok I Made Adnyana dalam menjalankan suatu lembaga kemasyarakatan.

I Made Adnyana merupakan putra daerah yang lahir di tengah keluarga yang jauh dari kata mewah. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai petani, namun riwayat sakit yang diderita ayahanda menjadi faktor lain yang menjadikan keadaan ekonomi keluarganya terasa begitu pelik.

Di situasi seperti itu, sosok ibunda tercinta harus menjadi sosok single fighter tulang punggung keluarga untuk mencukupi hajat hidup dan pendidikan anak-anaknya. Himpitan ekonomi itu pun kemudian menuntun sosok I Made Adnyana harus terjun membantu pergulatan ekonomi keluarganya sejak dini.

Untuk terus bisa melanjutkan sekolahnya, I Made Adnyana harus berjuang keras dengan rutinitasnya bekerja sebagai pengurus hewan ternak, menggembala sapi di sela waktunya seusai sekolah.

Baca Juga : Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati

Lembar kehidupan I Made Adnyana semasa kecil mungkin tidaklah seperti anak-anak lain seusianya yang dapat bermain seusai sekolah. Namun bagi I Made Adnyana, dapat turut membantu mencukupi hajat hidup keluarganya saja telah menjadi hal yang dapat membuat hatinya bahagia, karena ia tahu betul perjuangan ibunda dan saudara – saudaranya dalam pergulatan ekonomi hanya untuk dapat makan sehari-hari.

Dihadapkan dengan keadaan yang begitu pelik, tak menyurutkan langkah I Made Adnyana untuk tetap bisa menimba ilmu pendidikan dan menamatkan pendidikan formalnya. Meski harus tertatih – tatih, namun berkat kegigihan dan keinginan yang berbalut dengan doa untuk mengubah garis takdir keluarganya, ia pun akhirnya dapat menuntaskan pendidikan SMA nya.

Selepas menamatkan pendidikan SMA nya I Made Adnyana pun langsung menapaki lembar kehidupan kemandiriannya. Dalam hal ini, ia ingin benar – benar mendapatkan pengalaman yang mematangkan sendi – sendi kehidupannya.

Tanpa ada rasa malu atau pun ragu, I Made Adnyana pun menjalakan tekadnya tersebut dengan bekerja apa saja untuk bertahan hidup. Mulai dari menjadi pekerja serabutan, bekerja di industri cafetarian hingga menjadi sopir. Semua profesi tersebut ia jalani dengan sungguh-sungguh dan penuh dengan rasa syukur.

Karena ia mempunyai prinsip untuk selalu belajar dimanapun dan kapanpun untuk mengasah skill lain yang tak ia dapatkan dari pendidikan formal. Di masa-masa ini bisa dibilang lingkaran sosial dan pertemananlah yang mengajarkannya banyak hal. Sehingga dapat menguatkannya untuk terus berpikir positif dan bergerak dinamis menyikapi kerasnya realitas kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *