Maka dari itu hal pertama yang dilakukan I Wayan Sapta Edi di awal kepemimpinannya adalah berbenah dan mensolidkan tim internal agar dapat terus mengupayakan kebutuhan pelayanan masyarakat. Alhasil setelah hal itu dapat diwujudkan, perlahan tapi pasti laju ‘Koperasi Banjar Kederi’ dapat menemukan ritme kerjanya yang esensial.
Sehingga pada tahun 2011 ‘Koperasi Banjar Kederi’ dapat hadir di tengah masyarakat melayani di waktu utama aktivitas sedari pagi hingga petang. Intensitas pelayanan pun kemudian terwujud seiring dengan daya gabung masyarakat terhadap koperasi yang semakin terkonsolidasi. Hasilnya aset ‘Koperasi Banjar Kederi’ dapat terus bertumbuh siginifikan dari tahun ke tahun.
Niat baik memang akan membawa karma yang baik, hingga kini 15 tahun sudah ‘Koperasi Banjar Kederi’ dapat mempertahankan eksistensinya sebagai garda depan penunjang perekonomian masyarakat di wilayahnya.

Baca Juga : Pemuda Berdikari Sukses Membangun Klinik Fisioterapi Dengan Niat Membantu Masyarakat Hidup Sehat
Masa – masa kritis di setiap lini terkait pandemi pun dapat dihadapi sosok I Wayan Sapta Edi dengan cermat. I Wayan Sapta Edi meyakini dengan kerjasama yang kuat antara lembaga, anggota dan juga jajaran pemerintah desa, maka lambat laun sinergitas yang dimiliki itu akan menjadikan lembaga koperasi yang dijalankan semakin kokoh dan dapat melalui fase kritis itu.
Ditanya kunci sukses dalam menjalankan programnya, I Wayan Sapta Edi megatakan bahwa ia terus mengikuti perkembangan yang ada, dengan itu kebutuhan para anggota dan masyarakat pun akan terpenuhi.
Terlebih di era digitalisasi yang semakin cepat sekarang ini, ‘Koperasi Banjar Kederi’ pun terus bergerak progresif mengimbangi sistem informasi yang semakin cepat dengan mewujukan sistem komputerisasi yang terpadu, agar dapat memberikan kemudahan bagi pelayanan, juga membantu kinerja dan pendokumentasian agar lebih praktis.
