Warisi DNA Sang Ayah Merangkul Masyarakat Dalam Badan Usaha Pengelolaan Keuangan

Untuk mendapatkan modal selain dari anggota, KSP Mitra Abadi pun mendapat kepercayaan berupa bantuan modal dari pihak Bank. Lambat laun, dari jumlah anggota 32 orang, dengan bukti kerja nyata yang secara persisten dilakukan, kini KSP Mitra Abadi tercatat telah memiliki anggota sebanyak 800 orang. Diungkapkan olehnya, pencapaian tersebut tidaklah mudah, meski ia sudah mengalami suka duka bekerja di koperasi tantangan jauh lebih terasa tak terbatas, tidak hanya demi menjaga reputasi koperasi yang dipimpin langsung olehnya, tapi juga nama baik keluarga.

Tak dipungkiri, koperasi masih dianggap sebagai badan usaha yang konvesional, bahkan dianggap ketinggalan zaman. Untuk membantah isu ini, memang sebaiknya dibuktikan dengan pembenahan – pembenahan yang kian maju. Sudiartha pun banyak belajar dari generasi muda yang lebih mengikuti perkembangan IT dan menerapkannya secara bertahap yang memberikan daya dukung operasional di koperasi. Seperti sebuah aplikasi yang memudahkan para anggota untuk mengecek status dana mereka, bertransaksi pembelanjaan antar anggota lain melalui barcode yang tertera dan membantu pembayaran listrik, PDAM dan lain sebagainya. Yang semakin membuat KSP Mitra Abadi beroperasi secara transparan, anggota juga bisa mengontrol situasi keuangan koperasi terkini hanya melalui gawai mereka masing – masing. Untuk terdaftar di aplikasi ini, cukup mengeluarkan biaya Rp. 5.000,00 saja, anggota sudah bisa login/masuk dengan mendapatkan user id dan password dari KSP Mitra Abadi.

Baca Juga : Optimis Membentangkan Layar Semangat Untuk Masa Depan Industri Pariwisata

Sesuai dengan pernyataan Bung Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia, bahwa tujuan koperasi yang sebenarnya bukan mencari laba atau keuntungan, namun bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bersama anggota koperasi. Seperti itu pula makna pesan yang disampaikan ayahnya kepada Sudiartha. Beliau berharap dengan pembekalan pendidikan yang dilimpahkan kepadanya, bisa dikontribusikan membantu mansyarakat yang kesulitan dalam finansial. Melalui badan usaha koperasi inilah, yang keistimewaannya memberikan keringanan bunga yang rendah dalam pinjaman, akan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk memperbaiki perekonomian mereka. “Kita sebagai warga sipil, tak bisa terus-menerus mengandalkan pihak pemerintah saja, karena persoalan kemiskinan ini tidak selesai-selesai. Justru kita yang sudah berada di era terbukanya keran demokrasi, harus bersinergi dengan pemerintah mengentaskan kemiskinan ini. Tak hanya mencari profit saja, tapi lebih merangkul masyarakat, memberikan solusi atas isu finansial mereka”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *