Jika membahas sepak terjang pria kelahiran Landih, 31 Desember 1973 ini di lembaga koperasi, tidak lengkap rasanya untuk membahas bagaimana penempaan masa kecil beliau. I Wayan Suarma merupakan putra daerah, ia dilahirkan di tengah keluarga yang amat sederhana dan bisa dibilang sangat pas-pasan, ayahanda dan ibunda tercinta berprofesi sebagai petani. Dibesarkan oleh suri tauladan sosok orang tua yang bersahaja dan pekerja keras, menjadikan I Wayan Suarma tetap mendapatkan momen-momen indah yang penuh keceriaan, kehangatan dan kasih sayang orang tua tercinta, meski terus dibenturkan dengan keadaan ekonomi yang sulit.

Karenanya, aktivitas dan keseharian sosok I Wayan Suarma pun sedari kecil sudah dididik untuk mandiri dan diberikan tanggung jawab untuk turut membantu menggerakkan roda perekonomian keluarga agar dapat memenuhi hajat hidup dan pendidikannya. Pekerjaan apapun ia lakukan untuk bertahan dalam pergulatan ekonomi yang semakin menghimpit, mulai dari bekerja sebagai pekerja serabutan kasar, hingga membantu mengurus hewan ternak.
Melihat kegigihan orang tuanya yang seperti tanpa lelah bekerja demi memenuhi ekonomi keluarga, membuatnya harus membuat keputusan yang berat untuk menghentikan pendidikan formalnya setelah menamatkan tingkat Paket C.
Baca Juga : ROM Physiotherapy Siap Mendorong Masyarakat Menyongsong Masa Depan dengan Aktivitas Hidup Sehat
Namun keadaan yang serba sulit itu nyatanya tak menjadikannya lantas patah arang dan menjadi penghalang bagi I Wayan Suarma untuk mempunyai landasan tekad yang kuat untuk dapat mengubah garis takdir hidupnya dan keluarganya. Bagi I Wayan Suarma setidaknya ia dapat terus tumbuh menjadi seorang insan yang mempunyai nilai dan dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Setiap insan pasti mempunyai tujuan dan pengharapan hidup. Tujuan hidup itu dapat dilihat dari kesuksesan yang telah dicapai selama menjalankan prosesnya. Namun bagi I Wayan Suarma kesuksesan tersebut tidak hanya dilihat dari nilai finasial yang diperoleh, namun juga dapat dilihat dari keberhasilan seseorang dalam mengontrol diri, berguna atau bermanfaat bagi orang lain.
Sehingga lembar kehidupan masa kecil itu pula lah yang membentuk I Wayan Suarma menjadi seorang yang memiliki kekuatan dorongan untuk memperoleh suatu tujuan. Memberikan nilai tambah baginya untuk terus memanfaatkan upaya, waktu dan kecakapan yang dimiliki untuk membuka satu demi satu pintu kesempatan yang diberikan Sang Maha Kuasa kepadanya. Alhasil nilai – nilai kegigihan dari perjalanan kehidupannya itulah yang kemudian mematangkan sikap positif dalam menjalankan kinerja yang diamanahkan kepadanya.
