Benturan demi benturan pun harus disiasatinya dengan pola pikir positif, karena bagi I Made Astawa tujuan luhur dari lembaga yang dijalankan untuk menyongsong kesejahteraan bersama itulah yang menjadi energi pendorong baginya untuk terus maju.
Dalam menikmati setiap prosesnya kini ia pun dapat memaknai esensi dari apa yang diamanahkan masyarakat kepadanya untuk menjadi seorang yang dapat memimpin jalannya lembaga kemasyarakatan yang dijalankan. Baginya, melaui proses seseorang akan mampu belajar dan menciptakan langkah progresif agar dapat terus bergerak dinamis melalui berbagai macam kendala yang dihadapkan.

Seingat I Made Astawa, tantangan terbesar saat hendak membangun lembaga keuangan seperti koperasi adalah terletak pada proses sosialisasi dan penataran ke masyarakat tentang fungsi dan tujuan koperasi yang hendak dibangun.
Baca Juga : Tetap Membumi Dengan Impian Besar Untuk Masa Depan Keluarga dan Anak Bangsa
Dalam hal ini I Made Astawa tidak sungkan untuk terjun langsung memberikan sosialisasi yang masif ‘door to door’. Cara ini terbukti menjadi manuver efektif untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat, karena dengan bertemu silahturahmi dan tatap muka secara langsung, maka komunikasi yang terjalin akan menjadi lebih cair dan yang terpenting adalah ia akan mengetahui prioritas apa yang sebetulnya masyarakat butuhkan dari lembaga yang hendak dijalankan.
Alhasil, dengan kepercayaan masyarakat yang kian tumbuh, lembaga ‘Koperasi Mekar Sedana Sari’ pun dapat berjalan dengan rasa kepemilikan bersama dan resmi berbadan hukum pada 30 Juli 2021.

Lewat komunikasi dan sosialisasi yang masif dilakukan, I Made Astawa pun dapat mengarahkan arah kebijakan program lembaga untuk dapat mencakup asas kepentingan bersama. Alhasil berbagai pembenahan dan program pun selalu ia garap dan koordinasikan dengan para pengurus dan krama desa secara berkala.
Hal itu bertujuan agar program-program yang dihadirkan akan tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dan desa adat. Program fasilitas untuk mendorong para pelaku UMKM pun terus dioptimalkan langkahnya untuk meningkatkan pelaku usaha melalui koperasi dan LPD, sehingga lembaga keuangan desa dapat menjadi motor penggerak laju industri dan perekonomian mandiri masyarakatnya.
