Bekerja Tetap Sesuai Prosedur dan Memperhatikan Unsur – Unsur Estetika

Bekerja Tetap Sesuai Prosedur dan Memperhatikan Unsur – Unsur Estetika

Tahun 1985, IB. Ketut Suryana didaftarkan oleh orangtua di kampus Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati. Ia pribadi tak akrab dengan ilmu ini, apalagi bercita – cita sebagai dokter. Ia sebagai anak pun tak ada pertentangan sama sekali dengan keinginan orangtua saat itu, berupaya menjalaninya sebaik mungkin dan mengalir begitu saja. Memasuki semester V, ia mulai bekerja di klinik dan menangani pasien secara langsung dan semakin mengenal bahwa ilmu kedokteran itu memiliki ruang lingkup yang luas. Hingga ia lulus dan ditempatkan di daerah konflik, Timor Timur, sebagai dokter gigi umum.

Keyakinan orangtua, bahwa IB. Ketut Suryana akan sukses di bidang yang mereka pilihkan, memang sangat tepat di masa depan, tak hanya profesional dalam menjalankan profesinya, tapi juga menjadi leader di beberapa failitas kesehatan. Saat ini ia memegang posisi penanggungjawab poli gigi dan mulut di Rumah Sakit Family Husada, Gianyar, kemudian menjadi Kepala Puskesmas Sukawati I, setelah pindahan dari Puskesmas Tampaksiring I, dan menjabat sebagai ketua PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) cabang Bali Timur selama 2 periode yaitu pada tahun 2014 sd. 2017 dan tahun 2017 hingga sekarang. IB. Ketut Suryana sukses membangun jiwa leader dalam dirinya, dengan membangun kliniknya sendiri bernama “Surya Denta Medical Bali” yang berlokasi di Jalan Raya Sukawati No.35, Batuan, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar. Klinik ini pun bekerja sama dengan puskesmas dan hotel – hotel dalam memberikan pelayanan kesehatan.

Baca Juga : Berani Memulai Meski Awam Dengan Bisnis Properti

Dari sekian pengalamannya menangani pasien, saat bertugas di Timor Timur pada tahun 1996, menjadi sebuah kesempatan yang paling mengesankannya, apalagi menjadi pertama kali berinteraksi langsung dengan masyarakat yang membutuhkan penanganannya. Ilmu kedokteran gigi yang didapat di kampus pun semakin dalam ia geluti, sejak pertemuannya dengan sosok – sosok sukses, khususnya di ranah kedokteran. Diantaranya dokter gigi terbaik saat itu dari Angkatan Laut Jakarta, beliau memperkenalkan peralatan dokter gigi dan penggunaannya secara langsung, ia pun semakin terdorong untuk menambah ilmu dengan mengikuti seminar – seminar yang semakin menambah wawasannnya.

Dari Timor Timur, IB. Ketut Suryana melenggang ke Kupang pada tahun 2000. Sebelum transisinya ke kota yang mendapat julukan “Tanabae” (Tanah Baik) tersebut, ia sudah mulai membuka praktek di Bali, yang kemudian diambil alih oleh istri yang juga berprofesi sebagai dokter gigi. Setelah pindah dari rumah sakit Johanes Kupang, IB. Ketut Suryana kemudian pindah ke puskesmas ubud 2 di tahun 2002 dan pada tahun 2007 ia mengikuti pendidikan Minor Oral Surgery di Ladogi Maranata dan RS Mintoharjo Jakarta.

Bekerja di rumah sakit pemerintah Kupang diungkapkan pria kelahiran 2 Maret 1965 ini, tak sembarangan orang bisa menjadi bagian dari manajemen rumah sakit tersebut, apalagi latar belakang pendidikannya adalah dari swasta dan diakui olehnya, mengapa ia bisa lolos, karena ada salah satu senior di rumah sakit tersebut adalah berasal dari Bali yang berkenan memberinya kesempatan untuk terlibat. Tak sedikit yang sempat meremehkannya, namun ia akhirnya berhasil membuktikan keterampilannya dengan sempat menggantikan dokter senior di rumah sakit tersebut, tak hanya di kedokteran gigi, pada ilmu kedokteran umum pun yang memiliki kaitan erat dengan praktek dokter gigi, semakin ia perdalam ilmu dan pengalamannya.

Mewariskan pendidikan bukan materi di desa Batuan, Gianyar, IB. Ketut Suryana menghabiskan masa kecilnya yang lebih suka bermain, ketimbang belajar. Namun saat kakak-kakaknya melakukan kegiatan tersebut, anak keempat dari tujuh bersaudara ini suka mendengarkan bagaimana mereka berdiskusi. Alhasil meski lebih suka mendengarkan, saat di bangku SD, ia tak pernah gagal meraih peringkat pertama hingga kelas VI SD.

Baca Juga : Masih Muda dan Sukses Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Pebisnis Minimarket

Sebagai guru sekaligus pedagang ngacung, begitulah orangtua IB. Ketut Suryana menafkahi ia dan saudara-saudaranya, agar mendapatkan pendidikan yang layak. Melalui fasilitas pendidikan yang diberikan, diharapkan akan berguna untuk masa depannya anak – anak mereka kelak. Ketulusan hati orangtua dalam meningkatkan taraf hidup ekonomi keluarga terutama generasi penerus mereka pun semakin terbuka, dengan jalan membuka art shop di kawasan Hotel Sanur Beach.

Bukan dengan materi melainkan pendidikan, sekali lagi IB. Ketut Suryana menekankan bagaimana orangtuanya membekali dan mendidiknya sejak kecil. Ia pun tak jarang diikutsertakan dalam aktifitas mereka bekerja, menyaksikan secara langsung pertanggungjawaban dalam keputusan untuk memiliki tujuh orang anak adalah tidak mudah, namun berhasil dengan adanya doa dan upaya yang tak lelah dilakukan. Salah satunya mendaftarkannya di fakultas impian orangtua, tentunya di kedokteran gigi. Menariknya, pada masa itu Universitas Mahasarawati masih merupakan universitas baru didirikan, tapi sudah berani memperisapkan biaya yang tidak sedikit untuk mendukung putra mereka, meniti ilmu di kampus yang berlokasi di Jalan Kamboja tersebut.

IB. Ketut Suryana bersyukur dampak yang ia rasakan atas besarnya perhatian pada masa itu, baru benar-benar dipahami seiring bertambahnya usia dan matangnya pengalaman. Ia meraih kesuksesannya berprofesi sebagai dokter gigi, bahkan sebagai wirausaha di Surya Denta Medical Bali. Berkat Tuhan juga tak bisa lupakan, atas izin Beliau ia sampai di posisi ini dan melalui tantangan demi tantangan, meski sempat diremehkan tak membuatnya membuyarkan konsentrasinya untuk tetap di ranah kesehatan.

Kini sekaligus sebagai ayah, IB. Ketut Suryana tak memungkiri memberi motivasi kepada anak – anaknya atau lingkungan tempat kerjanya untuk bersemangat menempuh pendidikan spesialis kedokteran gigi. Karena seperti yang kita ketahui, ilmu spesialis kedokteran gigi semakin berkembang, yang sukses berkolaborasi dengan teknologi mutakhir, diantaranya tren tak hanya merawat gigi, tapi juga memperindah tampilan senyum pasien, yang dikenal dengan istilah estetika yang meliputi veneer gigi, kawat gigi (ortodonti), bleaching (pemutihan gigi) dan lain sebagainya. Surya Denta Medical Bali yang dikunjungi pelanggan hampir dari seluruh daerah di Bali ini terus beradaptasi dengan kemajuan zaman, agar tak kehilangan kepercayaan pelanggan yang masih setia sampai saat ini. Terlepas dari fenomena peningkatan promosi klinik gigi berestetika, diharapkan praktek dokter gigi tetap bekerja sesuai prosedur dan terbaik dalam memberikan pelayanan. Jangan mengabaikan ilmu – ilmu dari kedokteran umum lainnya, karena pengetahuan tersebut saling berkaitan dan saling mendukung antara satu sama lain, yang tak jarang dapat ditemui dalam penanganan pasien.

2 thoughts on “Bekerja Tetap Sesuai Prosedur dan Memperhatikan Unsur – Unsur Estetika

Leave a Reply

Your email address will not be published.