Masih Muda dan Sukses Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Pebisnis Minimarket

Masih Muda dan Sukses Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Pebisnis Minimarket

Sejak kelas 2 SMA, Ni Wayan Vivi Ovita sudah terbersit pemikiran untuk membuka sebuah warung sederhana untuk menambah pemasukan orangtua yang bekerja sebagai penjual minyak goreng curah. Dari sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan minyak – minyak usaha keluarga, ia ingin lebih memanfaatkan gudang tersebut sebagai awal tempat merintis usahanya.

Langkah Vivi Ovita diawali dengan mulai mencari supplier ke pasar, saat sepulang sekolah. Setelah mendapat kontak salah satu sales, ia tidak ragu langsung menjual salah satu merk produk konsumen yang dipajang di rak berukuran 2m x 3m. Sebagai pedagang di desa, sekaligus kondisi yang masih disibukan bersekolah, perharinya ia baru bisa mengantongi hasil penjualan sebesar 10 ribu-20 ribu rupiah.

Kembali Vivi Ovita mencari supplier untuk melengkapi kebutuhan warungnya, dengan mencari informasi dari internet dan teman, hingga menemukan peluang badan usaha “DFS” yang menyediakan modal usaha bagi pemula pemilik usaha, berupa kebutuhan sehari-hari. Setelah barang berhasil terjual, barulah pinjaman dapat dikembalikan. Hal ini tentu menjadi tantangan untuknya dalam menarik pembeli, bahkan pelanggan, dengan pintar-pintar memasang harga produk yang siap bersaing di pasaran.

Baca Juga : Berani Keluar Dari Zona Nyaman Untuk Masa Depan yang Gemilang

Memiliki prestasi sebagai juara umum 1 di sekolahnya sewaktu SMA, pada tahun 2014 Vivi Ovita berencana melanjutkan ke Universitas Udayana. Setelah mencoba mengikuti test di fakultas kedokteran, kedokteran hewan, kedokteran gigi dan agribisnis. Ia ternyata lulus pada jurusan pilihan terakhir, saat itu ia mengira bahwa agribisnis mengacu pada bidang pertanian saja, ternyata setelah mempelajarinya secara langsung, ia mendapat banyak ilmu soal manajemen bisnis.

Bersamaan sudah memiliki kesibukan dengan jam kuliah, Vivi Ovita mulai mempekerjakan karyawan, karena usaha yang sudah mampu meraih omset 1 jutaan perbulan. Selama empat tahun kuliah, ia sempat harus bolak balik Denpasar – Bangli, karena sempat usahanya tersebut mengalami kekacauan harga. Saat ke Denpasar, ia juga sembari membeli stock barang-barang untuk dijual di minimarket yang ia beri nama “UD. Vivini DFS”.

Tamat kuliah, Vivi Ovita memperhatikan usahanya tak mengalami perkembangan. Melihat dan mempelajari dengan modal sekian, barang – barang yang ada di minimarket-nya tak bertambah, bonus yang didapat dari setiap penjualan suatu brand produk, pun tak ia dapatkan. Ia pun mulai berpikir, apakah akan melanjutkan bekerja di suatu instansi pemerintahan atau mengambil alih dan fokus pada usahanya. Sembari menemukan ilham, ia me-review kembali, apa yang seharusnya ia perbaiki dan me-manage kembali usaha minimarket-nya yang berlokasi di Desa Demulih, Kec. Susut, Kab. Bangli tersebut. Ia juga merombak bagian dalam toko, agar terlihat lebih tertata dan nyaman dikunjungi pembeli.

Baca Juga : Rahasia Hidup Sukses dengan Melayani dan Membantu Orang Lain

Setelah menikah, Vivi Ovita tak bisa fokus mengelola minimarket karena tengah mengandung anak pertamanya, ia kemudian meminta bantuan adiknya untuk menggantikannya pada posisi kasir. Namun tak lantas ia meninggalkan usahanya begitu saja. Ia harus tetap mengawasi, terutama saat melakukan orderan kepada sales, agar langsung terekam oleh sistem komputer. Seiring berjalannya waktu dan telah menemukan kestabilan, ia membuka cabang usaha selanjutnya, yakni Viona Mini Market Grosir.

Atas pencapaiannya membuka usaha minimarket, Vivi Ovita mengaku bukan orang yang gemar menikmati omset yang didapat dengan membeli kebutuhan bersolek atau bahasa keren saat ini wisata kuliner bersama teman – temannya, padahal usianya masih tergolong muda. Ia justru lebih gemar untuk mengunjungi beberapa waralaba di daerah Bangli khususnya, untuk melengkapi stok barang minimarket miliknya, agar selalu lengkap dan ter-update. Lucunya, saking seringnya berkunjung, sebagian besar karyawan sudah mengenalnya sebagai Vivi Ovita, pebisnis minimarket yang sukses di usia 25 tahun, tak hanya berbekal modal materi, tapi lebih mementingkan untuk tak pantang menyerah dan fokus pada proses untuk mencapai goal yang diimpikan.

One thought on “Masih Muda dan Sukses Keluar dari Zona Nyaman Sebagai Pebisnis Minimarket

Leave a Reply

Your email address will not be published.