Dari Kernet, Pengerajin Perak Hingga Bergelut di Koperasi Akhirnya Dipercaya Menjabat Sebagai Pimpinan  LPD Desa Adat Keramas

Dari Kernet, Pengerajin Perak Hingga Bergelut di Koperasi Akhirnya Dipercaya Menjabat Sebagai Pimpinan LPD Desa Adat Keramas

Satu lagi, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang tetap eksis di masa pandemi, meski tak dipungkiri sempat mengalami penurunan aset, yakni LPD Desa Adat Keramas, yang berlokasi di Jalan Banjar Lodpeken, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Dipimpin oleh Anak Agung Gede Udiana, yang sudah selama 31 tahun menjabat dan melayani krama desa adat, sebagai pemilik dari LPD Desa Adat Keramas.

LPD Keramas berdiri sejak tahun 1991, dengan modal awal yang umumnya diterima dari Pemerintah Daerah sebesar 2 juta rupiah. Membawahi enam banjar dengan jumlah penduduk 2000 kepala keluarga, LPD Desa Adat Keramas bekerja ekstra untuk mengelola keuangan dengan modal sekian, terutama menumbuhkan kepercayaan krama di desa yang dulunya terkenal dengan kesenian Arja-nya ini.

Baca Juga : Lakukan Healing dan Cintai Diri Sendiri Niscaya Memancarkan Aura Positif dari Hati

Memberikan edukasi dan pengarahan kepada krama dari banjar ke banjar, dilakukan Anak Agung Gede Udiana bersama pengurus LPD Desa Adat Keramas dan prajuru desa. Persiapan mencari lokasi untuk pengoperasian LPD Desa Adat Keramas, pun diupayakan, yang awalnya berlokasi di dua unit kios di pasar setempat sempat mengalami kekurangan modal, kemudian Anak Agung Gede Udiana, pria kelahiran Gianyar, 5 Mei 1967 ini, bersama Bendesa Adat mengajukan penambahan modal ke Pemerintah Daerah Kabupaten Gianyar. Permintaan tersebut dikabulkan dengan bantuan modal sebesar 2,5 juta rupiah.

10 Tahun berjalan, Anak Agung Gede Udiana mengajukan penambahan modal kembali ke Pemerintah Provinsi Bali, dengan bantuan 10 jura rupiah yang diserahkan di LPD Batuan Kabupaten Gianyar, yang menjadi jalur satu pintu untuk penerima dana ke seluruh LPD di Kabupaten Gianyar. Astungkara sampai di tahun 2022 ini, LPD Desa Adat Keramas masih setia melayani krama desa adat dengan aset sebesar 25 miliar rupiah keatas.

Anak Agung Gede Udiana bersyukur ada Badan Pengawas LPD yang selalu siap dalam mendampingi LPD Keramas dalam melakukan pembenahan demi pembenahan yang dibutuhkan LPD agar dapat terus terarah secara positif. Seperti meliputi peningkatan kinerja sumber daya manusia di LPD, penerapan sistem digitalisasi sejak tahun 2015, agar memudahkan krama melakukan pembayaran seperti PDAM, listrik, pajak, pembelian pulsa, kredit, tabungan dan lain – lain.

Pernah Melakoni Berbagai Pekerjaan
Anak Agung Gede Udiana lahir dari orangtua bekerja sebagai petani. Ia merupakan anak ke-10 dari 11 bersaudara, berlatar pendidikan hanya sampai di SMEA di Kabupaten Klungkung (Sekolah Menengah Ekonomi Atas). Setelah tamat, ia bekerja di koperasi milik banjar, keaktifannya mengelola koperasi, menarik perhatian Bendesa Adat untuk mengikuti pelatihan calon pengurus LPD Desa Adat Keramas. Awalnya ia ragu, terlebih sudah langsung ditawarkan menjadi pemucuk LPD Desa Adat Keramas.

Keraguan itu wajar adanya, karena kondisi LPD Desa Adat Keramas yang saat itu masih minim modal, belum jelas apakah kedepannya akan bertahan atau tidak. Tak hanya dirinya, krama lainnya pun menolak, saat ditawaran untuk bergabung ke LPD. Akhirnya hanya Anak Agung Gede Udiana lah yang menyisakan harapan untuk bersedia memimpin LPD Desa Adat Keramas, Ia pun bersedia mengikuti prosedur pelatihan selama enam bulan dan memohon doa restu kepada keluarga atas keputusannya tersebut.
Pencapaian Anak Agung Gede Udiana saat ini, baginya tak lepas dari sosok orangtua yang secara tidak langsung, tampil sebagai petani yang disiplin dalam bekerja, tapi juga tetap memiliki waktu bersama 11 orang anaknya. Hal tersebut terlihat, terutama dari karakter ibu yang lemah lembut sedangkan ayah cenderung lebih keras, ucapnya sembari mengenang masa kecilnya tersebut.

Sebagai anak laki – laki terakhir di tengah keluarga, Anak Agung Gede Udiana tak lepas dari wejangan-wejangan orangtua. Ia ditanamkan pesan sederhana agar menjadi laki-laki yang bertanggung jawab, dengan memiliki pekerjaan yang tetap untuk menghidupi keluarganya kelak. Dengan sekaligus mencontoh dari kakak – kakaknya, ia pun tanpa ragu mengambil peluang kerja yang ada saat itu. Bahkan sembari menempuh pendidikan di SMEA, ia sudah bekerja sebagai kernet angkot dan sejak SMP sudah memelihara memeri (anak bebek).

Pengalaman demi pengalaman pekerjaan Anak Agung Gede Udiana telusuri, untuk mencari tahu kira-kira di bidang seperti apa yang cocok dengannya. Ia juga pernah sebagai pengrajin perak di Celuk Sukawati sebelum akhirnya bekerja di koperasi, hingga singkat cerita ketekunannya bekerja di koperasi menumbuhkan kepercayaan dari pihak desa ‘berjodoh’ sebagai pimpinan LPD Keramas sampai saat ini.

Baca Juga : Bersama Kita Bangkit Hadapi Tantangan di Masa Depan

LPD Desa Adat Keramas telah berkontribusi baik itu kepada nasabah, maupun desa adat. Seperti dana untuk masyarakat Keramas yang banyak menjadi korban PHK, dengan memberikan paket sembako kepada 1.149 kepala keluarga masing – masing senilai Rp. 150 ribu. Setiap paket berisi beras, mie instan, telur dan minyak goreng, pemberian sembako kali ini mendistribusikan sebanyak 12 ton beras kepada 1.149 KK yang tersebar di 6 banjar adat.

LPD juga memberikan keringanan kepada krama yang memiliki kredit di LPD dengan tidak membayar pokok, hanya membayar bunga saja. Bersama pengawas penurunan suku bunga tabungan dan pinjaman serta deposito, ini sudah diinformasikan, bunga kredit dari 2,5% menjadi 2% menurun. Pinjaman di atas 50 juta rupiah, bunganya menjadi 1,5%. Tak sampai di sana, hadiah juga telah siap diundi, setiap ada gebyar LPD yang digelar tiga tahun sekali. Selama ini yang diundi baru sebatas tabungan dan juga deposito, untuk merealisasikan program undian hadir setiap tahunnya, dukungan dari semua pihak harus terus dipertahankan.

Dari sekian kontribusi yang disalurkan, yang paling meninggalkan pengalaman menarik bagi Anak Agung Gede Udiana selama sebagai pimpinan LPD, saat kesulitan memungut dana turunan (iuran) sebesar 10.000/kk untuk kebutuhan upacara di Pura Desa, yang berlokasi tak jauh dari LPD Desa Adat Keramas. Agar upacara tetap berjalan, LPD Desa Adat Keramas akhirnya meringankan beban krama dan memilih turun tangan melalui penyaluran dana sebesar 50 juta rupiah. Dana tersebut pun masih dirasakan oleh desa adat sampai saat ini. Semoga kedepannya program-program yang telah meninggalkan banyak benefit bagi krama ini dapat terus dipertahankan, sebagai timbal baliknya krama juga tetap menanamkan kepercayaannya kepada LPD Desa Adat Keramas, sebagai pengelola keuangan mereka dalam jangka panjang.

One thought on “Dari Kernet, Pengerajin Perak Hingga Bergelut di Koperasi Akhirnya Dipercaya Menjabat Sebagai Pimpinan LPD Desa Adat Keramas

  1. Right here is the perfect webpage for everyone who would like to understand this topic. You understand a whole lot its almost tough to argue with you (not that I really will need toÖHaHa). You certainly put a fresh spin on a subject that has been discussed for a long time. Wonderful stuff, just excellent!

Leave a Reply

Your email address will not be published.