I Ketut Mupu terlahir di tengah keluarga yang amat sederhana dan jauh dari kata mewah. Orang tuanya berprofesi sebagai petani penggarap.
Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, keadaan finansial keluarganya yang pada saat itu serba pas-pasan kemudian menuntunnya untuk bisa berdikari sejak dini agar dapat mencukupi hajat hidup dan pendidikannya.
Meskipun begitu, ia dibesarkan oleh sosok orang tua yang bersahaja dan pekerja keras. Hal itu menjadikan I Ketut Mupu tetap mendapatkan momen – momen indah yang penuh keceriaan, kehangatan dan kasih sayang orang tua tercinta.
Sosok orang tua bagi I Ketut Mupu merupakan pahlawan sejati di kehidupan nyata, yang membuka mata hati dan pikirannya bahwa perkara hidup bukan hanya soal harta, namun yang jauh lebih penting adalah dapat berbagi manfaat dan nikmat kepada sesama. Meskipun tidak dapat berbagi secara finansial, orang tuanya masih dapat berbagi dengan hal lain, seperti hasil panen diladang kepada orang-orang lain yang membutuhkan.

Baca Juga : Siap Hadir 24 Jam! Layani Perawatan Intensif Hingga Aneka Kebutuhan Hewan Peliharaan
Lembar kehidupan masa kecil dan suri tauladan orang tua tercinta itulah yang tanpa sadar membentuk sikap dan mental I Ketut Mupu untuk dapat terus berdikari dan berbagi dengan apa yang ia miliki.
Sekarang ‘KSU Sri Arta Guna’ di tangannya dapat terus eksis di tengah masyarakat dengan aset yang terus bertumbuh secara signifikan.
Fungsi dan peranan lembaga keuangan ini pun menjadi bagian fundamental dalam menstabilkan perekonomian wilayah. Dalam merancang berbagai programnya, I Ketut Mupu biasanya selalu berfokus pada memahami kebutuhan masyarakat dan para anggota terlebih dahulu. Maka setiap program akan menjadi ideal dan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat luas.
