Dipercaya Menjadi Pimpinan Koperasi sekaligus Menjaga Nama Keluarga.
Dalam perjalanan pengelolaan di bawah kepemimpinan Bapak Made Dana, takdir tak terelakkan saat beliau menderita penyakit dan akhirnya tutup usia. Kekosongan pimpinan tersebut, kemudian menunjuk dan mempercayakan Made Mastra, atas pengalaman di koperasi sebelumnya untuk menggantikan almarhum. Agar tak setengah – setengah mensepakterjangkan perfomanya, ia memutuskan berhenti di koperasi sebelumnya dan mengabdi sepenuhnya di koperasi tanah kelahiran sendiri sejak tahun 2016.

Koperasi Kencana Kertih kini berjumlah anggota 203 orang, pelayanan diterapkan secara transparan seperti melaporkan setiap pencapaian keuangan koperasi dan melayani produk – produk simpan pinjam dan lain – lain. Ada juga permintaan dari anggota, agar koperasi membuka toserba koperasi.Sementara, Made Mastra belum bisa mewujudkan, karena masih belajar dari pengalaman koperasi-koperasi lain yang mengalami kegagalan dalam mempertahankan layanan tersebut. Ia lebih memilih untuk membenahi layanan luring (offline) maupun daring (online), yang menjadi fokus saat ini, kemudian membagi Sisa Hasil Usaha (SHU) kepada anggota tepat waktu. Dan pembenahan yang menjadi garda terdepan koperasi, yakni kematangan manajemen dalam mengimplementasikan reformasi digitalisasi ini agar benar – benar bermanfaat untuk penggunanya.
Langkah nyata lainnya yang dikontribusikan Koperasi Kencana Kertih kepada masyarakat diantaranya memberi dana santuan, saat ada warga yang menjadi anggota koperasi atau keluarga dari anggota koperasi meninggal dunia. Mengingat kebutuhan upacara Pitra Yadnya dalam hal ini upacara Ngaben tidak sedikit. Kemudian kegiatan Tirta Yatra dan berpartisipasi kegiatan hiburan seperti lomba mancing sebagai salah satu sumber penyedia dana atas terselenggarakan acara tersebut.

Rutinitas dan daftar agenda dari Koperasi Kencana Kertih diharapkan bisa terus menggenjot kepercayaan masyarakat akan kehadiran Koperasi Kencana Kertih, bukan hanya formalitas, bagian dari organisasi desa semata. Melainkan menjadi pondasi dan sandaran ekonomi yang tepat sasaran bagi seluruh anggota. Made Mastra pun meyakini tanggung jawab ini tidak mudah dan secara tidak langsung menjadi beban moral juga untuk keluarga, bahkan generasi penerusnya. Keterlibatan kinerjanya saja pun tidak cukup, ia berafirmasi seluruh tim juga memiliki amal visi misi yang sama untuk koperasi dan menjaga tetap berada di jalur yang seharusnya dibutuhkan koperasi agar tetap bersatu padu. Salah satu rekan timnya yang tak kalah krusial dalam pengembangan koperasi ini ialah I Made Narka yang menempati posisi sebagai Bendahara.
