Tanpa diminta, Nyoman Parisudha dan saudara lainnya mengikuti hal tersebut dan mengalir seperti air, mengisi setiap lekuk aliran di depannya dengan semangat kemandirian dan pantang menyerah. Perihal lain yang turut menjadi motivasi dalam hidup dan turut menjadi kebanggaan tersendiri adalah bagaimana sosok dari sang Ayah yang selalu memberikan motivasi untuk tetap mengecap pendidikan. Sekurang-kurangnya, melalui pendidikan mampu memberikan pemahaman yang baik tentang realitas kehidupan. “Ayah selalu memberi kami motivasi untuk sekolah, meskipun dari segi biaya kami tidak mampu. Kalau Ibu memang lebih cenderung ke sosok yang pekeja keras. Sehingga memang terbukti, kami semua bisa sekolah. Hal itu lah yang buat kami terkagum dengan semangat dan perjuangan dari orang tua,” aku pria kelahiran Badung, 15 Mei 1957.
Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin

Diwarisi darah pekerja keras, akhirnya membentuk Nyoman Parisudha tak bisa jauh – jauh dari rutinitas bekerja sembari menjalankan pendidikan. Meski tak sempat menyelesaikan studi perguruan tinggi, namum Nyoman Parisudha mampu mengimplementasikan marwah dunia pendidikan. Salah satunya mengembangkan pendidikan kecakapan hidup (life skill) melalui kewirausahaan dan pemberdayaan. Berbicara mengenai pertanian, dalam sejarah Bali dekade terakhir, sektor pertanian Bali selalu menjadi penyangga gagahnya sektor pariwisata. Kontribusi sektor pertanian berada di posisi kedua setelah sektor pariwisata sebagai penyumbang terbesar dalam perekonomian Provinsi Bali.
Selain itu sektor pertanian juga selalu menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja terbesar di Bali dengan menyerap 18,7% dari total hampir 2,5 juta tenaga kerja di tahun 2019. Saat sektor pariwisata jatuh, banyak tenaga kerja yang diduga beralih ke sektor lain (shifting), salah satunya adalah sektor pertanian. Terbukti di tahun 2020, BPS mencatat jumlah tenaga kerja yang diserap sektor pertanian mencapai 545,5 ribu orang atau naik sebesar 17,9% dari tahun sebelumnya. Dengan kata lain, dalam konteks upaya mempertahankan kondisi perekonomian, sektor pertanian sangat diharapkan menjadi tulang punggung yang masih dimiliki Bali.
