Kerja Cerdas : Kembangkan Bisnis Apotek Dengan Semangat Budaya Kerja Sama

Kerja Cerdas : Kembangkan Bisnis Apotek Dengan Semangat Budaya Kerja Sama

Ada banyak jalan menuju sebuah kesuksesan. Namun hal tersebut akan terwujud apabila selalu di picu oleh kerja cerdas yang meliputi semangat, keberanian, niat yang besar, dan tentu keuletan. Jika ada peluang baru di ranah usaha, hal tersebut menjadi peluang yang baik. Alternatif lainnya, kejelian melirik peluang yang juga sangat menarik adalah bisa didapatkan dari kisah inspiratif dari salah satu orang muda asli Bali yang mampu menerapkan sistem kolaborasi, kerjasama dan gotong – royong untuk saling memajukan usaha. Sistem semacam ini yang diterapkan oleh I Gede Purna Yogi Suara, selama membangun lini usaha. Dengan bermodal kerja cerdas itu pula, usaha yang dikenal dengan nama Apotekku Group ini mampu tumbuh menjamur di beberapa tempat di Bali yang tentu memudahkan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat luas.

Pastinya, apapun bidang usaha yang kita tekuni, diperlukan kerja keras dan ketekunan yang presistent agar bisa menjadikan usaha tersebut membuahkan hasil. Dan figur I Gede Purna Yogi Suara telah membuktikan lewat setiap usaha yang saat ini dia tekuni di bidang kesehatan. Pria yang akrab disapa Yogi menjadi salah satu apoteker yang cukup sukses di bidang usahanya dengan membangun sejumlah apotek yang berkualitas hampir di sejumlah wilayah yang ada di Bali. Kurang lebih ada 7 Apotekku Group yang tengah beroperasi. Saat ditemui di sela waktu kesibukannya, Yogi pun banyak menceritakan tentang bisnis yang tengah ia geluti. Ia mengaku jika dirinya hanyalah menerapkan konsep kerjasama dan berkolaborasi yang kemudian menjadi mitra kerja untuk bisa mengembangkan usaha secara bersama – sama.

Dalam mengembangkan konsep usaha itu, Yogi turut dibantu oleh sang Istri, Made Sandrarini yang juga sama – sama memiliki basic pendidikan sebagai apoteker. Dengan keberanian serta sikap optimis yang besar, Yogi pun mulai berdikari untuk menjalankan bisnis apotek sejak April 2019 silam. “Usaha apotek kami sudah beroperasi di beberapa tempat di Bali dengan sistem kerja mitra atau berkolaborasi dengan beberapa pemilik saham. Sudah ada tujuh apotek yang sudah beroperasi. Sampai sekarang, astungkara, saya mendapat kepercayaan untuk mengelola beberapa ruko untuk ditempati sebagai tempat praktek dokter spesialis. Mulai dari doktek anak, dokter kandungan dan lain sebagainya,” aku Yogi tenang. Melirik peluang usaha yang tentu sangat memberikan peluang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan masa depan. Pun tidak ketinggalan, kehadiran Apotekku Group memberikan pelayanan kesehatan yang efektif dan maksimal.

Baca Juga : Rasa Haus Untuk Belajar, Membentuk Efektivitas Kinerja yang Maksimal

Kelihaiannya melirik peluang usaha dengan tawaran konsep menarik, diakuinya tidak terlepas dari beragam tempaan – tempaan baik yang ia temukan selama menyelami pengalaman hidup. Terlebih khusus di bidang pendidikan dan dunia kerja sebelumnya. Setelah menamatkan pendidikan perguruan tinggi di Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia, Yogi beruntung langsung mendapat tawaran kerja di salah satu usaha BUMN di sesuai bidang ilmu yaitu Kimia Farma. Disana ia bekerja selama 13 tahun dan sempat berkeliling mendapat tugas di beberapa daerah di Indonesia. Diantaranya Bandung, Kalimantan Tengah, Banjarmasin, Ambon, Balik papan dan lain-lain. Sambil bekerja, Yogi mulai mengenal dengan sistem serta berbagai macam hal terkait promosi dan konsep kerja yang kini menjadi bekalnya dalam berusaha.

“Jujur saja, disana saya banyak menimba pengalaman. Di tahun 2019 tepatnya bulan april saya memilih resign dan memutuskan untuk membuka apotek sendiri. Mengapa memilih untuk bekerja dengan usaha sendiri? Memang awalnya karena saya melihat anak saya sudah SMP dan memang membutuhkan kedekatan serta bimbingan keluarga. Apalagi bekerja bersama BUMN harus berpindah – pindah tempat makanya saya harus berusaha untuk memulai usaha sendiri. Selain itu juga, saya merasa mumpung usia masih muda dan mencoba keluar dari zona nyaman sebagai seorang karyawan untuk mencoba merintis usaha sebagai bekal saya di usia senja. Modal untuk memulai usaha ini pun saya tabung dari hasil kerja saya sebelumnya. Dan saya pikir ketika mencoba usaha sendiri saya mampu untuk mengelola secara mandiri sambil bisa dekat bersama keluarga,” jelas pria berkacamata itu.

Dalam menjalankan bisnis Apotekku Group, Yogi pun mulai menerapkan sistem kerja yang berlandas atas asas kebersamaan. Terlebih menyadari bahwa sebelum menjalankan usaha tersebut, Yogi tidak cukup banyak modal untuk langsung memulai sendiri. Dengan inisiatifnya, ayah 3 anak ini coba untuk menawarkan kerjasama dan menempatkan diri sebagai mitra yang mana beberapa perjanjian seperti menyamakan visi dan misi untuk sama-sama membangun usaha adalah hal yang utama. Selain itu, Yogi turut bekerja membantu di bidang produk dan sumber daya manusia (SDM) yang paling tidak bisa memberikan kualitas pelayanan maksimal.

“Sistem kita dalam berusaha adalah memiliki satu visi dan misi yang sama terlebih dahulu. Sehingga sistem bagi hasil bisa saling menguntungkan dan usaha tetap berkelanjutan. Baik bersama pemilik lahan dan bangunan ataupun modal. Sementara itu, saya juga mengelola beberapa item produk obat dan membina SDM juga. Karena pelayanan baik sangat berpengaruh dalam setiap usaha. Bagi saya, menjadi karyawan tidak hanya sekadar statusnya sebagai karyawan, akan tetapi bagaimana siapa saja bisa mencintai profesi yang digeluti sebagai pelayan untuk melayani banyak orang yang membutuhkan pertolongan kesehatan. Sehingga menurut saya, efeknya berpengaruh pada kedekatan emosial dengan pasien,” aku Yogi.

Baca Juga : Giat Berusaha dan Bekerja Keras, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

Hingga saat ini, upaya serta kerja kerasnya sedikit membuahkan hasil yang baik. Tidak hanya dari sisi prospek pengembangan bisnis yang terus bertambah merambah setiap daerah dan juga menampung lapangan pekerjaan bagi banyak orang khusus di bidang apoteker, akan tetapi mampu memberikan pelayanan yang sangat nyaman dan efektif bagi setiap pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Baginya, menjaga rasa nyaman dan membangun kepercayaan kepada setiap pasien yang datang adalah bagian yang wajib untuk dilakukan.

“Dunia bisnis pun saya pikir adalah membangun kepercayaan ya. Sehingga konsep yang saya terapkan dalam sistem membangun usaha ini adalah bagaimana kita menjadikan pasien kita sebagai mitra sekaligus kerabat yang mampu membangun kedekatan emosional. Win – win solution lah yang kita tawarkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan di tengah lingkungan sosial. Kemudian, dari sisi harga pasti ada beberapa solusi atau kemudahan kepada pasien juga. Yang pasti, kami akan memberikan pelayanan yang terbaik kepada setiap pasien yang datang membutuhkan pelayanan,” imbuh Yogi. Ia juga melanjutkan, bahwa bisa sampai pada titik sekarang ini karena kekuatan komitmen bersama mitranya. Tidak hanya berfokus pada bisnis dan keuntungan, akan tetapi nilai manfaat dengan kehadiran Apotekku Group bisa dirasakan oleh banyak pihak.

“Bisa sampai sekarang ini, bagi saya adalah bagaimana kita bisa membangun sekaligus menguatkan budaya kerja sama. Bagaimana agar kita bisa menyamakan persepsi untuk membangun usaha dengan visi yang sama, misi yang sama, tujuan yang sama dan value yang sama. Sehingga teamwork yang menentukan keberhasilan kedepan. Saya meyakini bahwa usaha yang saya buat ini, meski kecil mampu bermanfaat untuk banyak orang, pasti akan berkembang baik. Tapi kalau profit oriented, biasanya tidak akan bertahan lama. Karena tujuannya mencari keuntungan,” tegas Yogi.

Tempaan lain yang juga mempengaruhi kepribadian Yogi untuk selalu hidup sederhana, mandiri dan pekerja keras adalah dari lingkup keluarga yang harmonis. Pria kelahiran Tabanan, 18 Desember 1981 ini, tumbuh di tengah didikan orang tua yang sangat memperhatikan pendidikannya. Ayah dan Ibunya, I Made Inar Kartisma dan Ni Luh Suani menjalankan profesi sebagai guru yang sangat teladan. Dari sosok kedua orang tua itu lah, Yogi mendapat banyak ajaran baik untuk selalu serius belajar dan mengerjakan sesuatu sesuai dengan passion. Tidaklah heran, sejak kecil Yogi kerap mendapat prestasi.

“Saya tidak pernah menargetkan sesuatu. Dari kecil memang sudah di ajarkan untuk serius belajar. Dengan sendiri kebiasaan itu sudah tertanam dalam ingatan sejak kecil. Dan saya meyakini apapun yang saya lakukan sekarang ini, pertama itu adalah campur tangan Tuhan dan doa kedua orang tua Sehingga ketika kita bisa melewati rintangan, itu adalah berkat doa dari mereka. Bagi saya, rintangan itu adalah bagian dari proses agar kita bisa lebih tegar dan kuat dalam menghadapi tantangan. Saya prinsipnya adalah selalu berpikir positif. Saya yakin, setiap cobaan itu adalah motivasi yang baik,” Tutup Yogi.

One thought on “Kerja Cerdas : Kembangkan Bisnis Apotek Dengan Semangat Budaya Kerja Sama

Leave a Reply

Your email address will not be published.