Giat Berusaha dan Bekerja Keras, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

Giat Berusaha dan Bekerja Keras, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

Hidup adalah perjuangan dan harus diperjuangkan. Sempurnakan usaha dengan giat berusaha, kemudian bekerja keras hingga mampu merasakan hasil yang baik. Kalimat bijak yang sederhana dan syarat akan makna ini menjadi landasan sekaligus kerangka berpikir yang layak disematkan kepada Ni Gusti Ayu Made Laksmi Andriani. Giat berusaha dan bekerja keras, menjadi dua hal penting untuk di jadikan sebagai mesin penggerak demi membangun sekaligus mengembangkan sebuah bisnis penjualan pakaian yang dikenal luas oleh hampir semua kalangan dengan nama Toko Diani Collection.

Menjadi seorang pebisnis, bukan lah sebuah prioritas di masa muda. Bagi perempuan yang lebih akrab disapa Laksmi ini, masa depan akan terbentuk dengan apa yang dilakukan hari ini. Menjalani aktivitas sebagai seorang mahasiswi STP Pariwisata dengan konsentrasi jurusan Akuntansi, tentu mengarahkan konsep pemikirannya untuk bisa menjadi seorang lulusan yang berkualitas di bidang dunia kerja pariwisata. Cita-cita itu pun terwujud saat Laksmi sempat merasakan bekerja dan dipercaya sebagai accounting di salah satu hotel ternama. Namun tanpa disadari pula, profesi yang kini tengah dilakoni Laksmi ternyata bersumber dari motivasi serta situasi lingkungan keluarga, khususnya sosok Ibu. Kebiasaan dari aktivitas yang dijalani oleh Ibunya, Ni Nyoman Suyasni (Alm) sebagai seorang penjahit dan berjualan sedikit kain kian membentuk kesukaan serta karakternya.

Baca Juga : Pertahankan Karya Tradisi Kian Eksis dengan Bisnis Tekstil Tenun Songket & Endek Bali

Hal itu pun diakui Laksmi saat tim Harian Rakyat Bali bertemu sekaligus mewawancarai perihal kisah perjalanannya di balik kesuksesannya mengembangkan usaha Toko Diani Collection yang beralamat di Jalan Pulau Menjangan No.66, Dauh Peken, Tabanan, Bali. Menurutnya, motivasi besar sehingga dirinya mesti berkawan dengan kegigihan untuk membangun usaha tersebut bersumber dari sosok Ibu yang kesehariannya sebagai pedagang kain. Selain sebagai penjualan kain, Ibu Laksmi juga begitu lihai menjarit kain yang kemudian di jual kembali. Pekerjaan itu pun mesti dijalani, tentu demi menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Jujur saya lebih dekat dengan sosok Ibu. Bagi saya beliau itu adalah sosok yang tangguh dan penyabar. Ibu itu sangat giat saat bekerja, tidak hanya mengurus keluarga, tetapi juga saat mengerjakan atau menjarit kain untuk kemudian di jual. Saya merasa bahwa saya memiliki jiwa dan kesukaan dengan dunia bisnis sejak kecil. Hal itu saya temukan dari sosok Ibu dan keseharian pun saya ikut berjualan bersama Ibu, akhirnya terbiasa. Saya masih ingat betul pesan Ibu, tetap giat dan berusaha, karena suatu saat kamu akan berhasil. Itu saja pesannya,” tutur Laksmi mengenang.

Perempuan kelahiran Tabanan itu menambahkan, bahwa awal mula keterlibatannya untuk ikut berjualan membantu Ibu sudah sejak menempuh kuliah. Kondisi keuangan dan usaha pun cukup sulit dan turut dirasakan oleh Laksmi ketika itu. Terlebih ketika itu, Laksmi harus hidup mandiri setelah Ayahnya yang bekerja sebagai polisi, I Gusti Ketut Sumardia, meninggal dunia. Tempat usaha dengan ukuran 3×3 meter hanya berisikan kain sebagai barang jualan, sementara Ibunya harus bekerja untuk menutup sejumlah utang hasil pinjaman. Kalau tak bisa ditebus, ceritanya, tempat usaha tersebut harus dijual. “Berkat dukungan ke empat kakak – kakaknya untuk berwirausaha, maka semuanya bisa teratasi. Hingga akhirnya saya berani mengambil keputusan untuk berhenti bekerja dan menjalankan usaha ibu (Alm). Sambil pelan – pelan menutupi hutang – hutang tersebut”. aku Laksmi.

Karena di percaya untuk mengelola usaha Ibu, putri bungsu kelahiran 5 Desember 1979 ini pun memulainya dengan memberanikan diri untuk mencoba menambah barang dagangan dengan cara mengobral barang – barang Ibu sedikit demi sedikit, modal terkumpul di mulai dari menjual pakaian anak – anak. Karena kebutuhan pakaian anak – anak di masa itu saya lihat prospeknya tinggi. Setelah terkumpul modal, saya mulai menjual sedikit pakaian adat bali, dan sedikit seprai. Menikah dengan I Gusti Alit Wiraguna yang dulu bekerja sebagai driver di salah satu hotel bintang lima di Nusa Dua, berhenti dan memutuskan membantu usaha Laksmi dan mulai fokus berjualan seprai, jelas ibu dua anak ini.

Baca Juga : Membangun dan Membina Hubungan Kemanusiaan dalam Karya di Dunia Kesehatan dan Pendidikan

Laksmi dan Suami berhasil mengembangkan usahanya dengan membeli beberapa kios baru di pasar, serta mendirikan Toko Diani 2 Tabanan di Jln. Pulau 66, Dauh Pala Tabanan. Mereka mengembangkan usaha penjualan baju, pakaian adat Bali, dan grosir seprai terlengkap di Tabanan dengan pelayanan yang ramah dan mempunyai ratusan reseller online, bahkan sampai keluar pulau Bali, seperti Jakarta, Sulawesi, Sumatera. Dengan pelayanan yang ramah, pelanggan setianya serasa saudara kalau berbelanja ke Toko Diani. Masalah harga yang pastinya murah dan terjangkau dengan isi kantong para pembelinya. “Pastinya apa yang kini saya dapati tidak semudah membalikan telapak tangan. Saya pernah mengalami masa – masa sulit dan hanya doa menjadi sandaran. Apalagi saat awal-awal menjalankan usaha ini. Pun waktu itu, keputusan yang cukup berat juga buat saya karena saya mesti memilih berhenti bekerja di hotel sebagai accounting dan memilih untuk berwirausaha demi melanjutkan perjuangan Ibu. Pilihan yang tentu saya pastikan dan yakini bahwa ada campur tangan Tuhan dan doa dari orang tua,” jelas Laksmi.

Lebih jauh, ketika ditanya terkait seperti apa pesan yang bisa disampaikan untuk setiap orang, khususnya anak muda yang hanya bisa melihat dari kacamata kesuksesannya saja, tanpa melirik semangat, perjuangan dan kegigihan yang ada di baliknya, Laksmi mengatakan bahwa ada dua hal penting yang bisa menjadi kunci dari keberhasilan. Diantaranya adalah giat berusaha dan selalu bekerja keras. Demi mengisi dua kiat tersebut, Laksmi pun mengaku agar sikap tekun dan jujur tetap melekat dalam setiap diri individu. Terlebih keputusan untuk memilih jalur sebagai seorang wirausaha dan mandiri bekerja, dua hal tersebut sangatlah berguna. “Tentunya, untuk generasi muda pesan saya yaitu tekadkan diri dan berani untuk berwirausaha, kalau sudah tekun dan jujur pasti akan berhasil, karena dua hal itu yang saya yakini selama ini dimana segala sesuatu itu dimulai dari hal yang paling kecil. Dan fungsi ketekunan dan keberanian adalah untuk bisa dan tetap mengembangkan. Sebab, mempertahankan dan mengembangkan sebuah usaha tidak semudah membangun satu usaha baru,” tutupnya.

One thought on “Giat Berusaha dan Bekerja Keras, Kunci Sukses Mengembangkan Bisnis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *