Kesungguhan Hati di Setiap Amanat, Cerminan Kesederhanaan dan Rendah Hati Sang Pemimpin Sejati

Menghirup Suasana Baru di Dunia Pendidikan Kesehatan.
Diawal memimpin STIKES Wira Medika Bali, hal pertama yang disoroti I Dewa Agung Ketut Sudarsana ialah yang bersifat esensial yakni manajemen strategik perguruan tinggi, dimana salah satunya adalah implementasi manajemen operasional kampus yang masih dilakukan secara manual. Tentu hal mendasar seperti ini tidak efektif dan efisien. Ia yang memiliki wewenang, secara bertahap dan berkelanjutan melakukan pembaharuan dengan beralih ke sistem digital. Tak hanya sistem yang di-update, pola pikir SDM pun harus diubah, dari yang masih berpikiran klasik menuju mindset yang lebih terbuka, kreatif, inovatif dan modern.

Dalam hal ini I Dewa Agung Ketut Sudarsana menekankan leadership di masing – masing divisi untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi. Tujuannya, demi penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi berbasis kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan lapangan kerja.

Baca Juga : Bekerja dengan Hati Untuk Mencapai Tujuan dan Mensyukuri Kehidupan

Transformasi ini berhasil membawa status kampus ke level unggul dan berdaya saing. STIKES Wira Medika Bali terakreditasi B dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dan kini bergerak menuju akreditasi A. Itu artinya STIKES Wira Medika Bali berhasil menunjukan kualitasnya sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Provinsi Bali yang bahkan melebihi Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti). Ini mencangkup hasil, isi, proses, penilian, sarana dan prasarana, pendanaan, pembiayaan dalam pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat sehingga kompetensi lulusan sesuai dengan standar, kebutuhan dan berhasil guna di era disrupsi teknologi. Tata kelola kepegawaian dimulai dengan perencanaan pengembangan dosen dan tenaga kependidikan yang berkelanjutan. Melalui kepemimpinannya, saat ini 100% Dosen telah tersertifikasi dosen nasional dengan 80% memiliki jabatan fungsional Lektor dan termotivasi melanjutkan pendidikan doktor sehingga dalam jangka panjang STIKES Wira Medika Bali akan memiliki Dosen dengan jabatan fungsional Lektor Kepala bahkan Guru Besar khususnya di bidang Kesehatan. Tentunya pengelolaan yang baik ini terlaporkan secara digital yang akhirnya menempatkan STIKES Wira Medika Bali sebagai salah satu kampus dengan pengelola PDDikti terbaik di wilayah LLDIikti VIII Bali-NTB.

Hasil tracer study STIKES Wira Medika Bali menunjukkan tingkat kesesuaian kompetensi pendidikan mencapai 99% bahkan rata – rata lulusan hanya membutuhkan waktu 3.5 bulan untuk mendapatkan pekerjaan pertamanya. Melalui pusat karir, STIKES Wira Medika Bali telah membekali lulusannya dengan keahlian tambahan. Dewa Agung meyakini berdasarkan pengalaman dan data empiris, mahasiswa wajib memiliki soft skill yang baik untuk menunjang hard skill-nya sehingga pendidikan akademik dan non akademik diberikan sejalan dan berdampingan selama proses pendidikan baik di lingkup kampus maupun di luar kampus sebagai implementasi kebijakan kampus merdeka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *