Visioner dalam menangkap isu dan kebijakan yang berkembang memberikan perubahan dalam penciptaan keunggulan pada setiap program studi yang tetap terintegrasi dalam visi besar STIKES Wira Medika Bali sebagai pusat pendidikan kesehatan yang unggul dan berdaya saing tingkat nasional dan global. Seperti pada S1 Keperawatan dan Pendididkan Profesi Ners sebagai pendidikan tuntas dibawanya dengan menetapkan keunggulan pada Keperawatan Komplementer sebagai implementasi terapi tradisional ke dalam pengobatan modern. Legalitas hukum terapi komplementer dalam praktik keperawatan komplementer pun sudah disahkan dalam Undang-Undang Keperawatan No. 38 tahun 2014 tentang Praktik Keperawatan pasal 30 ayat (2) yang berbunyi “Dalam menjalankan tugas sebagai pemberi asuhan keperawatan di bidang upaya kesehatan masyarakat, perawat berwenang melakukan penatalaksanaan keperawatan kompelementer dan alternatif”. Fenomena baru ini pun bisa disaksikan secara langsung, tidak sedikit perawat lulusan STIKES Wira Medika Bali yang memilih membuka praktek ‘home care’ dan klinik komplementer secara mandiri melalui ilmu dan pengalaman yang mereka milki dari disiplin ilmu yang telah disahkan.

Baca Juga : Memaknai Kesederhanaan Dari Sosok Bersahaja Direktur PT. Angkasa Jaya
Prestasi yang secara nyata dirasakan oleh komunitas STIKES Wira Medika Bali di bawah kepemimpinan I Dewa Agung Ketut Sudarsana, membentuk konsensus untuk menunjuk kembali dirinya sebagai ketua STIKES Wira Medika di periode kedua. Dengan segala kerendahan hatinya, ia tak mau memproklamirkan dirinya secara berlebihan, baginya dalam serangkaian strategi kerja, menghadapi agenda pendidikan yang telah berlangsung dan masa-masa selanjutnya, membutuhkan kontrol koordinasi dan transparansi yang apik dari influence seluruh pihak dan kesuksesan tersebut merupakan wujud apresiasi bersama.
Tanpa bermitra, strategi – strategi yang telah terancang hanya akan menjadi wacana tertulis saja. Jadi butuh kesiapan yang matang di semua divisi untuk mencapai visi misi STIKES Wira Medika Bali, bukan dijadikan bisnis untuk mendapatkan keuntungan atau profit, tapi berkewajiban secara berkelanjutan menyediakan fasilitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang sesuai kualifikasi dan berkompetensi di kancah internasional mengikuti perkembangan dinamisme dunia kesehatan di masa depan.
