Diawali 21 orang anggota, I Wayan Suana memastikan kembali apakah tim KSP Mitra Dana Niaga (Madani) siap selama dua tahun untuk ngayah / mengabdi di tengah stigma masyarakat tentang lembaga ini yang masih belum sepenuhnya mendapatkan porsi positif. Di daerah sekitar Desa Tiga pun sudah berdiri lembaga keuangan yang lebih senior dengan modal pendirian mencapai miliaran, membuatnya wanti – wanti kepada tim untuk siap menghadapi tantangan tersebut sebagai koperasi yang masih merangkak dengan modal Rp. 18 juta. Terlepas dari semua itu, I Wayan Suana tak mau hilang semangat, dengan meyakinkan anggota bahwa koperasi ini didirikan bukan untuk kepentingan tim apalagi dirinya. Tak melenceng dari asas koperasi, KSP Madani adalah milik anggota dan untuk anggota.
Diluar proyeksi pria yang juga sebagai Ketua DEKOPINDA (Dewan Koperasi Indonesia) Kabupaten Bangli ini, koperasi yang awalnya ditargetkan dua tahun masih dalam masa pengenalan, ternyata hanya butuh setahun sudah menemukan progres yang cukup signifikan. Potensi ini diharapkan olehnya bisa terus ditumbuhkembangkan dan menjadikan koperasi sebagai wadah pembelajaran, jadi orientasinya bukan hanya mendapatkan SHU (Sisa Hasil Usaha) saja. Koperasi harus tumbuh modern, meninggalkan cara yang sudah terlalu klasik dalam menyelesaikan kendala dalam perkoperasian. Seperti produk digitalisasi yang diadaptasikan ke KSP Madani melalui kerjasama dengan vendor IT yaitu “Djoin”.

Baca Juga : Anak Desa yang Menuntaskan Dharma Kepada Ayahnya Tercinta Untuk Menjadi Seorang Dokter
Produk karya anak muda Bali ini, diimplementasikan dengan tujuan agar koperasi menyajikan pengolahan data dengan baik oleh para karyawan kepada anggota. Dalam penggunaannya pun mudah dan cepat, dalam melakukan pembayaran kebutuhan rumah tangga seperti listrik, air dan pulsa. Dengan upaya ini, KSP Madani diharapkan semakin mampu bersaing dengan lembaga keuangan lain, tidak terjebak di sistem konvensional yang sudah tak akurat di era yang serba cepat ini.
Berjalannya waktu, KSP Madani semakin memiliki fans fanatiknya, sebut saja saat pandemi, meski koperasi sempat menurunkan suku bunga mereka masih setia dengan koperasi. Simpanan para anggota yang mencapai ratusan juta pun belum dilakukan penarikan, dalam mengapresiasi hal ini sekaligus menjadi tanggung jawab luar biasa juga bagi I Wayan Suana dan tim koperasi dalam berkontribusi di pembangunan desa dan memberikan pelayanan berkualitas, nyaman dan aman.
