I Gede Sudana pun kemudian resmi menjabat sebagai sosok pimpinan Lembaga Perkreditan Desa Adat Tuka, yang diharapkan memberikan napas dan energi baru bagi lembaga kemasyarakatan ini.
Tak menunggu lama, I Gede Sudana pun langsung bermanuver menghadirkan program – program pembenahan terkait sosialisasi dan sistem untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja serta mempermudah para krama desa dalam mengontrol dan mengawasi berbagai transaksinya.
Dengan semangat integritas dan kerja keras yang dimilikinya, LPD Desa Adat Tuka pun kemudian perlahan tumbuh seiring dengan lonjakan animo masyarakat untuk maju bersama membangun desa melalui LPD.

Baca Juga : Tetap Membumi Dengan Impian Besar Untuk Masa Depan Keluarga dan Anak Bangsa
Hingga pada tahun 2007 pergantian kepengurusan LPD pun membuatnya kemudian memutuskan untuk menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan laju lembaga keuangan tersebut kepada angkatan selanjutnya.
Namun nyatanya dukungan dari masyarakat membuat langkahnya tak berhenti sampai di sana, dengan semua pengalaman dan kredibilitasnya dalam membangun LPD, I Gede Sudana pun diamanahkan oleh masyarakat secara mufakat untuk memimpin laju koperasi yang hendak dibentuk.
Semangatnya untuk dapat terus bersumbangsih menggeliatkan perekonomian desa tercinta, membuat I Gede Sudana kemudian memantapkan niatnya untuk mengemban suatu dharma yang diamanahkan kepadanya. Ia pun kemudian bersinergi dengan para anggota meleburkan niat dan semangat yang diwujudkan dengan berdirinya sebuah koperasi simpan pinjam bernama ‘KSP Yudistira’.
Dengan segera I Gede Sudana pun langsung bermanuver melakukan langkah unifikasi dan sosialisasi yang masif dan berulang untuk membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk maju bersama membuat basis perekonomian mandiri melalui koperasi.
