Program – program yang dijalankan pun terus di pantau dan diselaraskan dengan isu-isu lokal dan nasional yang aktual, terlebih dalam warsa terakhir Indonesia harus berhadapan dengan situasi pandemi yang berdampak pada kemerosotan perekonomian di segala lini dan industri, termasuk Bali yang dimana sebagian besar masyarakatnya bergantung pada industri pariwisata.
Setiap insan pasti mempunyai tujuan dan pengharapan hidup. Tujuan hidup itu dapat dilihat dari kesuksesan yang telah dicapai selama menjalankan prosesnya. Namun bagi I Gede Sudana kesuksesan tersebut tidak hanya dilihat dari nilai finansial yang diperoleh, namun juga dapat dilihat dari keberhasilan seseorang dalam mengontrol diri, berguna atau bermanfaat bagi orang lain.
Dalam hal ini, I Gede Sudana ingin memberikan sebuah legacy bagi regenerasi kepemimpinan di masa depan, agar laju pertumbuhan koperasi ini akan dapat terus komprehensif dan progresif di tangan anak-anak muda. Meskipun begitu arah kemudi koperasi ini juga diharapkan dapat terus selaras dengan tradisi budaya yang ada, sehingga nilai – nilai luhur yang menjadi pedoman dan juga sumber rujukan kehidupan tetap menjadi hal utama yang akan terus berdampingan dengan pertumbuhan ‘KSP Yudistira’.

Baca Juga : Optimis Membentangkan Layar Semangat Untuk Masa Depan Industri Pariwisata
I Gede Sudana merupakan putra asli tanah kelahiran Desa Adat Tuka, ia dilahirkan di tengah keluarga yang amat sederhana. Ayahanda merupakan seorang pedagang kayu dan ibunda tercinta turut membantu perekonomian keluarga dengan bertani di ladang.
Ia adalah anak ke enam dari sepuluh bersaudara, keadaan finansial keluarganya yang pada saat itu serba pas – pasan kemudian menuntunnya untuk bisa berdikari sejak dini agar dapat mencukupi hajat hidup dan pendidikannya.
Meskipun begitu, ia dibesarkan oleh sosok orang tua yang bersahaja dan pekerja keras. Hal itu menjadikan I Gede Sudana tetap mendapatkan momen – momen indah yang penuh keceriaan, kehangatan dan kasih sayang orang tua tercinta.
Masih terekam dalam ingatan I Gede Sudana, sebuah suri tauladan yang diterapkan langsung dari ibunda tercinta yang memiliki jiwa sosial tinggi. Ia melihat langsung bagaimana ibunda masih terus bisa memberi dan berbagi, meskipun keadaan ekonomi keluarga dan juga kesehatannya saat itu juga terbilang sangat pelik.
Sosok ibunda bagi I Gede Sudana merupakan pahlawan sejati di kehidupan nyata, yang membuka mata hati dan pikirannya bahwa perkara hidup bukan hanya soal harta, namun yang jauh lebih penting adalah dapat berbagi manfaat dan nikmat kepada sesama. Meskipun tidak dapat berbagi secara finansial, ibunda masih dapat berbagi dengan hal lain, seperti hasil panen diladang kepada orang – orang lain yang membutuhkan.
