“KSU Merta Buana” Pendekatan dengan Masyarakat Sendiri, Terlebih 350 Kepala Keluarga Adalah Tantangan Luar Biasa

Setelah di posisi yang cukup aman, komitmen Made Runatha dan rekan-rekannya diuji untuk berikrar di jalan yang lurus dan benar. Kontribusi pun dilancarkan, diantaranya pembagian sembako saat pandemi tahun 2020 dengan budget Rp. 100 juta, dana punia pada upacara di Kahyangan Desa berupa babi yang diserahkan ke setiap pura. Tak sampai di sana, ada juga dana pembangunan candi di Pura Dalem, kontribusi untuk banjar dan beras untuk upacara Ngaben. Bangunan koperasi yang kian ramah dan lengkap pun siap melayani nasabah maupun anggota.

Profil Tim KSU Merta Buana.
Menelusuri kehidupan masa belia Made Runatha yang lahir tahun 1963, ia mengungkapkan sangat bersyukur mampu menamatkan sekolahnya sampai tingkat SMA, dari latar belakang orangtua sebagai petani yang dalam kesehariannya kesulitan memenuhi kebutuhan makan. Segeralah setelah lulus SMA, Made Runatha menyambung ekonomi keluarga yang rentan dengan mulai bekerja. Di sebuah restoran selama dua tahun, kemudian beralih berkarir di bank pada posisi cleaning service dalam jangka empat tahun, bagian penagihan kredit tiga tahun dan bagian umum selama lima tahun, sempat ke posisi kasir dan kembali ke bagian umum lagi sampai tahun 2001. Di saat yang sama, Made Runatha pun mulai terlibat dan dipilih sebagai Penyarikan di lingkungan desa.

Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin

Berbeda dengan Pengawas KSU Merta Buana, I Gede Pradina Utama yang tak memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, bahkan tak terbersit untuk bergabung dengan KSU Merta Buana. Ia awalnya hanya menjadi bagian dari Prajuru Adat Desa dan mulai mengenal rekan-rekannya di koperasi yang cenderung ia anggap sebagai sosok bapak, karena usianya yang paling muda diantara pengurus yang lain. Ia pun mengakui, sempat ada rasa kikuk saat mengawasi para seniornya dalam menjalankan koperasi. Bersyukurnya ia ada di tengah ekosistem yang terbuka dengan keterlibatan anak muda, terlebih di posisi sebagai Pengawas yang sudah diamanatkan kepadanya selama empat tahun. Gede Pradina selain sebagai pengawas juga sebagai Kelihan Dinas menambahkan, dirinya tak betah berlama – lama memiliki rutinitas perkantoran, ia pun salah satunya diandalkan untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat yang memiliki kredit, terlebih saat krisis ekonomi masa pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *