Kualifikasi I Made Teja Sebagai Kelihan Dinas Sekaligus Ketua KSU Banjar Kutuh Kaja Dua Jabatan Vital di Desa yang Wajib Tahan Banting

Atas respon tersebut, penataan administrasi dengan menggali ilmu dari lembaga – lembaga ekonomi lainnya pun kian ditangguhkan dan pengelolaan secara transparan menjadi hal yang krusial sebagai lembaga yang bergerak di sektor ekonomi pun diberlakukan. Agar nasib koperasi ini tak sama dengan koperasi yang sempat ada di Banjar Kutuh Kaja, yang kepercayaannya terkikis karena ketidakjujuran dan ketiadaan profesional dalam kinerja. Asumsi masyarakat yang pesimis akan “KSU Banjar Kutuh Kaja”, terlebih sudah ada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) yang cukup besar, harus bisa dipatahkan dan tak mengcewakan masyarakat yang sudah mau memberikan kesempatan pada Made Teja dan tim, dengan bergabung menjadi anggota. Tak kalah vital, peran Kelihan Banjar, Ketut Reiyasa yang optimis akan pendirian koperasi kembali di Banjar Kutuh, Made Teja ingat sekali pesan beliau kepadanya, agar tak putus asa membuktikan jati dirinya bahwa ia mampu, bukan terbawa arus pesimisme tersebut.

Baca Juga : “Rektor Universitas PGRI Mahadewa Indonesia” Belajar Dari Sebuah Seni Untuk Menjalani Hidup Multidisiplin

Tahun 2009, Made Teja yang sudah dipercaya sebagai Ketua KSU Banjar Kutuh Kaja, diangkat sebagai Kelihan Dinas. Ia lantas berniat melepaskan jabatannya di koperasi, namun masyarakat menolak dengan lantang rencana Made Teja. Mereka berpendapat bahwa, kalau koperasi dijalankan sekaigus oleh Kelihan Dinas, koperasi akan berjalan sukses. Tanpa negoisasi yang berarti, ia pun berkomitmen menjabat dua posisi penting tersebut sekaligus. Baik terjun ke lapangan yang berhubungan dengan koperasi, maupun hubungan kemasyarakatan. Dari sekian pengabdiannya di tanah kelahiran, yang paling menyita perhatiannya ialah persoalan menahun masyarakat yang tak memiliki sertifikat tanah atas nama mereka, Made Teja yang juga pernah sebagai panitia program pemerintah yaitu “Program Prona” bertujuan membantu masyarakat se desa Petulu untuk mensertifikatkan tanah mereka. Masalah tersebut mampu dituntaskan, yang jumlahnya hampir sekitar 900an sertifikat.

Di bidang koperasi, kualifikasi Made Teja pun tak perlu diragukan lagi. Ia berhasil meloloskan KSU Banjar Kutuh Kaja dari pandemi COVID-19, bahkan mengucurkan dana untuk LPD setempat agar tetap bertahan di masa krisis ekonomi. Tantangan sampai di pencapaian ini tidaklah mudah dan proses tersebut terus berlanjut. Setelah mampu ‘menaklukan’ pesimis masyarakat, kini saatnya kembali ke diri sendiri dan tim untuk terus melakukan evaluasi dan tetap berada di koordinat – koordinatya. Sebagai pengempon koperasi yang benar-benar hadir untuk memudahkan anggota mendapatkan dana dengan syarat dan bunga yang rendah dan berkontribusi di masyarakat dalam kegiatan adat maupun sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *