Gaya Fanatik Pengusaha yang Enggan Merambah Bisnis Lain di Tengah Pandemi

Gaya Fanatik Pengusaha yang Enggan Merambah Bisnis Lain di Tengah Pandemi

A.A. Gede Agung Eka Putra Mayun mendirikan usahanya tanpa iming-imingan modal dari keluarga apalagi warisan. Kesuksesannya bersumber pada mandirinya perjuangan dan motivasi diri sendiri, untuk terus semangat sampai pada tujuan yang ingin ia capai. Bahkan ia berani untuk melangkah keluar dari jalurnya sarjana ilmu sosial ke dunia property, yang justru semakin membesarkan namanya.

Trend bisnis property pada tahun 2000an yang kemudian menginspirasi Agung Eka untuk ikut berpartisipasi dalam bisnis ini. Namun sebelumnya, setelah lulus kuliah ia lebih dulu bekerja mencari pengalaman di sebuah perusahaan developer. Menyaksikan dewi fortuna sedang menyelimuti bisnis property, yang tentunya akan lebih menguntungkan bila ia memiliki perusahaan sendiri, yang tak memiliki batasan untuk berkreatifitas, akhirnya Agung Eka pun mantap merintis perusahaan yang diberi nama “May & Lou Bali Builder” pada tahun 2006.

Sebelumnya, Agung Eka sempat mendapat pertentangan dari orangtua dan istri mengenai keputusannya dalam pemilihan jalan karirnya tersebut, karena mereka merasa lebih nyaman bila ia bekerja di zona nyaman saja, alias sebagai pegawai yang memiliki penghsilan sudah pasti setiap bulannya. Namun terkadang, tak selamanya apa yang menurut orangtua baik, belum tentu dirasakan hal yang sama oleh anak-anaknya, bahkan tak sedikit yang akhirnya berani ‘membelokan’ diri dari nasehat orangtua, ternyata juga bisa menggapai kesuksesan tersebut. Hal itulah yang dipegang teguh Agung Eka, ia berprinsip selama itu positif, memiliki tanggung jawab, apalagi sudah menyangkut panggilan dari hati, mulailah untuk mencoba dan buktikan bahwa suatu saat nanti akan menemukan keberhasilan.

Baca Juga : Berdedikasi sebagai Pelayanan Masyarakat maupun Berwirausaha

Membangun brand baru untuk mulai dikenal, kemudian dipercaya masyarakat, menjadi tantangan awal Agung Eka merintis usahanya. Bersyukurnya, memasuki era digital marketing ia tak perlu door to door untuk mempromosikan usaha. Tapi sisi lain yang tak kalah diperhatikan ialah harus berhati – hati saat menangani klien, satu kritikan negatif saja akan cepat tersebar luas dan tidak mudah mengembalikan kepercayaan masyarakat, apalagi mereka yang belum pernah menggunakan jasa perusahaan.

Sudah tak terhitung karya yang telah dihasilkan perusahaan jasa kontruksi dan renovasi yang beralamat di Jalan I Gusti Ngurah Rai No.66, Mengwi, Badung ini, diantaranya bangunan bertipe private house, residence, villa, hotel, apartement dan swimming pool yang diantaranya sudah sukses mendapat pengakuan dari sebuah majalah international. Persiapan sebelum dilaksanakannya pembangunan atau renovasi, dimulai dari konsep melalui persiapan arsitektur dan gambar hingga konstruksi dan finishing. May & Lou Bali Builder juga menyediakan rental untuk persiapan lokasi konstruksi dengan menggunakan alat berat excavator (bagger, digger), front loader, grader, asphalt paver, road roller, compactor, bulldozer, dump truck, dan lain-lain.

Keistimewaan memilih May & Lou Bali Builder sebagai jasa kontruksi, terlayani khususnya bagi bangunan komersial yang biasanya memiliki keunikan pada desain. Perusahaan akan memberikan solusi terbaik saat melakukan konsultasi misalnya dalam pemilihan bahan dengan harga terjangkau, namun tetap memiliki daya tarik tersendiri. Konsep ini yang sukses menarik perhatian klien-klien selanjutnya untuk bekerjasama dengan May & Lou Bali Builder.

Sempat berada pada masa transisi, dari bisnis sudah dirasa ajeg, kemudian muncul pandemi, yang sempat membuat setahun perusahaannya bekerja lebih ekstra. Dalam tantangan tersebut, Agung Eka mengungkapkan tak mudah begitu saja melenggangkan langkah untuk melebarkan sayap ke usaha yang tak berkaitan dengan property, seperti orang kebanyakan, hanya dengan alasan, demi menstabilkan kondisi ekonomi. Ia tetap setia dengan kefokusannya pada May & Lou Bali Builder, hingga di tahun 2021 ini, bisa dikatakan sudah mulai bisa menyiasati pertahanan usaha dengan optimal.

Baca Juga : Temukan Pencerahan Dengan Pola Pikir Seimbang di Masa Pandemi

Didikan Kemandirian Ala Militer Sejak Dini
Lahir dari ayah yang merupakan pensiunan TNI, Agung Eka sudah terbiasa mendapatkan didikan disiplin sejak dini dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang kemudian membentuknya karakter yang mandiri, di mana ia sudah bekerja semasa sekolah, sehingga mampu membiayai uang sekolah sendiri bahkan adiknya yang berpendidikan hingga S2 Teknik Arsitektur. Bukan karena kondisi terlilit ekonomi yang mendorongnya melakukan hal tersebut, diungkapkannya dengan senang hati sekaligus kebanggaan bisa menuntaskan pendidikan tanpa bantuan finansial orangtua.

Sedangkan sosok ibu, beliau merupakan pendidik dalam keluarga yang sabar dan tak pernah lelah memanjatkan doa – doa untuk kesuksesan Agung Eka dan adiknya. Kelembutan hati dan kehangatan beliau, menjadikan Agung Eka lebih nyaman untuk mengeluarkan segala keluh kesahnya dan otomatis ia lebih memiliki kedekatan dengan sang ibu. Ia pun meyakini kesuksesannya saat ini adalah jawaban atas doa-doa ibu, selaras dengan didikan kemandirian dari sang ayah. Sisanya ia yang harus terus berani memperjuangkan apa yang menjadi passion-nya, tetap optimis apapun tantangan kedepan dan semakin menjadi pengusaha yang rendah hati, namun dalam akan ilmu dan pengalaman.

Terakhir, teruntuk generasi muda yang tengah galau memikirkan sulitnya mendapat pekerjaan di tengah kondisi pandemi, nasehat yang bisa diberikan Agung Eka ialah ”Jangan patah semangat dengan keadaan. Semuanya butuh proses, butuh perjuangan, meski kita sedang berada pada zaman kemajuan teknologi, tetap saja untuk menemukan kesuksesan tersebut tak mengenal yang namanya instan. Hal ini yang perlu ditanam oleh generasi milenial khususnya tiga anak generasi penerusnya saat ini yang tengah mulai merintis sebuah usaha. Sebagai orangtua, ia sama tak memilki pengarahan khusus, ke mana seharusnya mereka melangkah sesuai dengan keinginannya, tak terkecuali sebagai entrepreneur sekalipun. Setiap bidang memiliki kesuksesan masing – masing, tak hanya dengan sebagai pengusaha saja. Asal memiliki passion di bidang tersebut dan selalu ada rasa penasaran untuk menggelutinya lebih jauh, apapun keputusan mereka, ia berupaya memberikan dukungan dan mengantarkan doa terbaik. Dan tak ketinggalan, dalam proses yang akan dicapai, diharapkan akan membawa perubahan positif juga ke dalam pola pikir dan karakter yang semakin matang.

3 thoughts on “Gaya Fanatik Pengusaha yang Enggan Merambah Bisnis Lain di Tengah Pandemi

Leave a Reply

Your email address will not be published.