Selain merekrut tenaga pengajar yang memiliki passion dalam pendidikan dan profesional, ayah dari tiga orang anak ini pun dengan bangga merekrut salah satu anaknya yang mewarisi DNA nya dalam mendidik. Ia adalah Dippya Kharisma Widiatmika yang merupakan lulusan FKIP Universitas Negeri Yogyakarta. Sedangkan dua orang anaknya lagi, Keyza Pratama Widiatmika, S.Sos., M.Sc. (anak pertama) mengajar di Universitas Indonesia dan Kanthi Soraca Widiatmika (anak kedua) berprofesi sebagai dokter.
Baca Juga : Optimis Membentangkan Layar Semangat Untuk Masa Depan Industri Pariwisata

Selain di pendidikan, Sudiatma juga berkolaborasi di lembaga perekonomian bersama masyarakat dengan menjadi ketua koperasi saat masih aktif menjadi guru. Kontribusi tersebut kembali dilanjutkan melalui perintisan lembaga perekonomiannya sendiri berplang nama “KSP Undagi Farma”. Koperasi tersebut sukses didirikan sejak masa krisis pandemi yang bertujuan merangkul rekan-rekan lingkungan setempat maupun masyarakat Jimbaran yang kehilangan pekerjaan. Koperasi tersebut pun tumbuh aktif melayani anggota sampai saat ini dan tentu harapannya selain bisa bermanfat bagi anggota maupun masyarakat luas juga bisa menyokong sektor pendidikan sebagai investasi masa depan.
Penetapan regulasi zonasi untuk perekrutan calon siswa – siswi mengakibatkan sekolah – sekolah swasta mengalami penurunan ‘jatah’ pendaftaran. Fenomena baru itu, enggan membuat Sudiatma terbalut rasa pesimis. Ia yakin, dibalik kerja keras atas tujuan yang mulia pasti akan ada jalan untuk menghadapi tantangan yang akan selalu ada. Terpenting, sebagai pelayan masyarakat di wilayah pendidikan, tetap konsisten memberikan kualitas tenaga pengajar dan adanya evaluasi yang wajib diterapkan. Dengan adanya pengamatan berkala dalam setiap interaksi pengajaran antar guru dan murid, diharapkan bisa menemukan teknik mengajar yang efektif di karakter generasi masa kini, sekaligus memperbaiki capaian edukasi di Indonesia, khususnya Bali.

