Pemucuk LPD Desa Adat Kediri Rawat Kepercayaan dengan Disiplin, Konsisten dan Tekun

Sejak awal kepemimpinannya, LPD Desa Adat Kediri mengalami kesulitan modal. Namun, hasil pendekatan serta pemahaman yang diberikan, akhirnya mampu menarik minat banyak pihak untuk bergabung memberikan dana sebagai modal awal. “Sejak tahun 1999 hingga 2000, laba per tahun itu hanya tiga belas juta, akhirnya setelah ada reformasi di akhir tahun 2000, kami mampu mendapatkan delapan puluh lima juta rupiah. Tentunya semua itu atas partisipasi krama, warga adat, pengusaha dan lain sebagainya untuk menaruh dana di LPD yang akhirnya bisa kita putar untuk perkembangan LPD dan masyarakat. Sehingga dari mereka lah sumber dana awal kami ini,” imbuhnya. Positifnya, LPD Desa Adat Kediri tidak hanya mengalami peningkatan baik di bidang kapasitas anggota nasabah, namun juga eksis serta di perhitungkan di sejumlah LPD lainnya. Hal ini tentu berkat relasi serta kerja nyata dari Pak Sutarja untuk membuka diri mengabdi sekaligus mengembangkan sayap karir di tingkat wilayah kecamatan. Selain terkoneksi sebagai pengurus aktif di Badan Kerja Sama (BKS) LPD Kabupaten Tabanan dan dipercaya menjadi kordinator LPD Kecamatan Kediri.

Sering kita jumpai orang-orang sukses yang ternyata hanya berpendidikan minim. Namun karena ketekunannya, mereka berhasil dalam ranah hidup dan pekerjaan dan Pak Sutarja mampu menginspirasi orang lain guna mengetahui rahasia keberhasilan. Dalam usaha mewujudkan suatu impian, ketekunan dan keuletan dalam berjuang akan mengalahkan segala rintangan, seberat apapun rintangan itu, sedangkan bentuk paling sederhana dari ulet dan tekun ini adalah wujud konsistensi dalam setiap perjuangan. Konsistensi memegang peranan penting dalam menentukan langkah ke depan. Konsistensi adalah fondasi penentu kebijakan. Sebab, konsistensi akan menjadi ukuran kualitas dalam kehidupan yang dijalankan. Konsisten bekerja, konsisten belajar, konsisten berjuang, konsisten untuk terus melangkah saat menghadapi ujian, semua itu akan mengantarkan siapa saja yang terlahir menjadi pribadi tangguh dan mampu menjadi pemenang sejati.

Baca Juga : Menjadi Penyambung Lidah Masyarakat Desa Baha Baik di Banjar Maupun Desa Dalam Tenaga Sosial yang Transparan

Dari itu semua, Pak Sutarja pun ikut membuktikan dalam bentuk wujud nyata yang berkaitan erat dengan etos kerja. Salah satunya adalah membangun kepercayaan banyak pihak dengan memperlihatkan keseriusannya untuk profesional bekerja. Kiprah awalnya itu, Ayah dua anak ini menjelaskan bahwa, ia bersama-sama pengurus LPD lainnya terus melakukan sosialisasi ke 5 banjar adat di Kec. Kediri. ”Karena berkembangnya LPD di suatu tempat berangkat dari keterlibatan banyak pihak. Jadi kuncinya adalah kita membutuhkan kepercayaan besar dari masyarakat,” pungkasnya. Upaya-upaya kecil yang dilakukannya pun mendapuk ragam keberuntungan yang tentu tidak hanya untuk kelembagaannya saja, akan tetapi turut berpengaruh pada masyarakat sesuai dengan fungsi dan tujuan dihadirkannya lembaga keuangan tersebut.

Pria kelahiran Kediri, 18 Agustus 1968 ini mengaku bahwa bencana covid-19 yang melanda perekonomian Bali beberapa tahun lalu, justru semakin memperlihatkan kebermanfaatan hadirnya LPD yang ia bina. Tidak tanggung-tanggung, hingga ratusan juta uang yang dikeluarkan sebagai tanda keterlibatan lembaga keuangan tingkat desa untuk peduli. “Memang kondisi covid kemarin LPD kita juga sangat terdampak. Namun astungkara, setiap puja wali, LPD Kediri masih mampu menyerahkan uang bantuan sejumlah lima belas juta ke beberapa banjar,” ujarnya. Namun tidak ia pungkiri pula bahwa ada pasang surut serta dinamika selama masa kepemimpinannya. Mulai dari ambisi banyak pihak untuk menggeser posisinya sebagai ketua LPD, hingga persoalan – persoalan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *