Teguh dengan Tujuan Menaklukkan Setiap Rintangan

Teguh dengan Tujuan Menaklukkan Setiap Rintangan

LPD Sebagai lembaga keuangan desa adat di Bali memang memiliki peran penting dalam fungsi intermediasi keuangan. Pada dasarnya LPD dibuat sebagai komponen keuangan yang bertujuan untuk membangun perekonomian desa dalam bentuk dana pembangunan desa dan dana sosial. Fungsi dana sosial tentu harusnya dapat meringankan beban masyarakat yang pada akhirnya bisa membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian wilayah.

LPD Desa Adat Tulikup Kelod, yang dipimpin oleh Drs. Pande Made Witia kini semakin bersinergi dengan masyarakat dan krama desa dalam peningkatan kesejahteraan. Hal itu terbukti, sejak bergabungnya Pande Made Witia pada tahun 2000, peningkatan baik dari segi pelayanan hingga sistem kinerja pun bergerak dinamis seiring dengan tumbuhnya daya gabung masyarakat yang semakin terkonsolidasi.

Baca Juga : Hadapi Tantangan Jenjang Berkarir Hingga Sukses Menduduki Kursi Direktur Utama

Pande Made Witia merupakan seorang pimpinan yang ditunjuk langsung oleh masyarakat dan krama desa, ia dahulu merupakan tokoh pendidik yang juga sebagai kepala sekolah. Dengan semangat yang sejalan dengan tujuan LPD ini dibentuk, Pande Made Witia pun akhirnya menerima amanah untuk memutar tongkat estafet kepemimpinan lembaga kemasyarakatan ini. Bagi Pande Made Witia, peran penting tokoh masyarakat memang hendaknya dapat bersinergi dalam menggerakkan suatu perubahan dinamis yang dapat memberikan makna dan manfaat yang besar kepada masyarakat desa adat.

Program – program yang dijalankan pun terus di pantau dan diselaraskan dengan isu – isu nasional yang ada, terlebih dalam warsa terakhir Indonesia harus berhadapan dengan situasi pandemi yang berdampak pada kemerosotan perekonomian di segala lini dan industri, termasuk Bali. Dengan sumber daya Desa Adat Tulikup Kelod yang berlimpah, maka pengoptimalan infrastruktur adalah hal yang terus Pande Made Witia konsentrasikan arah kebijakannya, agar iklim usaha dapat lebih berdaya saing, baik di tingkat nasional maupun daerah, sehingga dapat meningkatkan serta mendorong persaingan usaha yang lebih sehat dan berkeadilan. Dengan itu lembaga dan masyarakat dapat bersinergi mendorong pengembangan investasi dan usaha di Desa Adat Tulikup Kelod secara inklusif dan berkeadilan terutama pada sektor-sektor produktif yang mengutamakan sumber daya lokal yang ada.

Perlahan namun pasti, LPD Desa Adat Tulikup Kelod yang dahulu sempat stagnan, kini dapat terus bergerak dinamis menyongsong kesejahteraan masyarakat dengan program – program yang diwujudkan. Hal tersebut tentu saja dijalankan selaras dengan tradisi budaya yang ada, sehingga nilai – nilai luhur yang menjadi pedoman dan juga sumber rujukan kehidupan tetap menjadi hal utama yang akan terus berdampingan dengan pertumbuhan LPD Desa Adat Tulikup Kelod.

Pande Made Witia terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, ayahnya adalah seorang tukang besi dan ibunya merupakan seorang ibu rumah tangga. Riwayat sakit orang tuanya, membuat perekonomian keluarganya menjadi semakin memburuk sehingga tak jarang pula seingatnya, ibunya harus berkeliling kerumah tetangga agar dapat menyajikan makanan bagi anak-anaknya.

Meski harus dihadapankan dengan kehidupan yang berat, baginya hal itu merupakan perjalanan kehidupan penuh pelajaran yang membentuk pribadinya terus positif menjalani kehidupan. Alhasil sedari kecil telah terpatri di dalam sanubarinya agar kelak dapat menjadi orang yang berguna dan berilmu agar dapat merubah garis takdir hidupnya dan keluarga tercinta.

Baca Juga : One Stop Treatment Spa dan Free Konsultasi Oleh Tenaga Ahli Kesehatan Bersertifikasi

Dibesarkan oleh suri tauladan sosok ibu yang bersahaja dan pekerja keras, menjadikan Pande Made Witia tetap mendapatkan momen – momen indah yang penuh keceriaan, kehangatan dan kasih sayang ibunda tercinta. Meski keadaan ekonomi mereka saat itu sungguh susah, hal itu tak menjadi penghalang bagi orang tuanya untuk terus berjuang mengedepankan kebutuhan pendidikannya. Alhasil, hal itu juga yang akhirnya menjadi landasan tekad Pande Made Witia yang selalu ia pegang teguh, dengan berjanji pada diri sendiri bahwa pendidikan adalah bekal pokok bagi masa depannya.

Berkat kegigihan, harapan dan tekad yang tersemat sejak kecil. Akhirnya Pande Made Witia dapat menyelesaikan pendidikan akademisnya dengan hasil yang gemilang, Pande Made Witia jadikan ilmu itu sebagai bekal untuk mengemban amanah sebagai tumpuan dan harapan baru LPD Desa Adat Tulikup Kelod.

Saat kita menyerah dan putus asa semua tujuan yang kita cita-citakan akan sirna dan sia-sia, semakin menjauh lalu perlahan menghilang seperti hilangnya sinar matahari saat mulai tenggelam. Ketika kita mengalami kesulitan dengan cobaan yang berat, kadang membuat kita ingin sekali untuk berhenti melangkah, merasa tak sanggup dan ingin menyerah dalam menjalani hidup. Tapi berputus asa bukanlah pilihan yang diambil oleh sosok Pande Made Witia untuk meratapi kegagalan. Semua lembar kehidupan itu ia jadikan pembelajaran bagi dirinya untuk menjadi lebih tegar menjalani kehidupan.

Baginya berbagai masalah dan hambatan merupakan ujian pendewasaan, maka tidak ada jalan lain selain berbenah diri dan menjadi pribadi yang lebih dewasa, karena mereka yang berbahagia adalah mereka yang mampu mengubah masalah menjadi hikmah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.