Menjejal Kehidupan yang ‘Keras’ Hingga Sukses Berkat Kerja Keras

Menjejal Kehidupan yang ‘Keras’ Hingga Sukses Berkat Kerja Keras

Gede Adi Kesuma – Sovana Bali Garment Manufacturer

Kesuksesan adalah klimaks dari pencapaian mimpi setiap orang. Siapa pun pasti ingin hidup mapan dengan karier yang menjanjikan untuk jaminan masa depan. Namun agar mampu berdiri di titik itu, setiap individu tentu harus berkawan dengan kegigihan, ketekunan, serta kerja yang keras. Hal ini pula yang turut dilakukan oleh Gede Adi Kesuma selama menata hidup dan kariernya. Dengan bermodal pengalaman, dirinya mampu membangun bisnis di bidang produksi pakaian jadi (garmen) yang di kenal cukup luas hingga ke mancanegara, dengan nama Sovana Bali yang berlokasi di jalan Raya Kuta, Badung.

Nasib seseorang siapa yang tahu. Apa yang terjadi hari ini, baik situasi dan kondisi di tengah kesulitan maupun rezeki, tak selalu menjadi jaminan atau cermin di masa depan. Semua bergantung kepada setiap individu yang menjalaninya. Kondisi itu diamini pula oleh Gede Adi Kesuma selama menapaki perjalanan hidupnya untuk bisa merasakan hidup yang mapan serta menikmati kesuksesan.

Saat ditemui di sela waktu rutinitas dan kesibukannya, pria yang lebih akrab disapa Gede Adi ini banyak menceritakan tentang beragam pengalaman hidup yang menjadikannya hingga saat ini, berkiprah di dunia bisnis garmen dengan nama yang mentereng dan dikenal luas hingga ke mancanegara. Sovana Bali Garment, yang dikenal sebagai rumah produksi brand fashion luar negeri dengan kualitas level pengerjaan yang tinggi (boutique).

Menurutnya, usaha yang tengah ia tunggangi ini merupakan hasil dari inisiatif serta keringatnya sendiri, di dukung dengan kejelian membaca peluang, upaya membangun usaha di bidang garmen pun berjalan baik, hal itu tidak ia pungkiri sejak beberapa tahun terakhir, bisnis garmen kian menjanjikan seiring dengan perkembangan gaya fashion di berbagai belahan dunia. Kebutuhan terhadap produk fashion berkualitas dengan desain yang menarik semakin mendorong pertumbuhan usaha garmen, khususnya di pulau Dewata. Dengan kemudahan teknologi informasi, usaha Gede Adi pun mulai melancarkan pemasaran dengan target marketing yang cukup luas melalui platform digital.

Baca Juga : Disiplin dan Berguru Pada Pengalaman

“Sebenarnya usaha garmen ini saya bangun dari nol. Waktu itu akhir 2015, dengan modal seadanya, saya mulai berani untuk menangkap peluang dan mengawalinya dengan membuat website sendiri,” tutur Gede Adi. Tak ada yang salah dengan pilihannya. Sebab, selain alasan peluang, ternyata dunia fashion sudah cukup melekat dengan kehidupan Gede Adi, yang banyak terlibat aktif dalam lingkup ruang pertemanan komunitas dan juga skena musik. Ayah dua anak yang juga tergabung dalam salah satu komunitas moge (motor gede) di Bali ini kian merasakan bagaimana besar pengaruh pengalaman semasa berelasi dengan banyak pihak dalam pergaulannya.

Belum lagi, situasi masa muda yang jauh berbeda dengan kebanyakan teman sebaya-nya. Pria kelahiran Denpasar itu tumbuh dalam lingkungan keluarga broken home. Ayah dan Ibunya tidak tinggal serumah, sehingga kondisi ini pun mempengaruhi pola didik yang tidak harmonis. Kondisi itu mengharuskannya untuk hidup lebih mandiri. “Dalam didikan orang tua yang sangat keras, Ayah saya sudah meninggal di tahun 2000. Saya anak tunggal, sehingga memang betul-betul segala sesuatu yang saya buat atau rencanakan itu mandiri. Tidak berharap dan bergantung pada siapa-siapa, sehingga apa yang saya jalani berdasarkan kepercayaan diri sendiri dan saya di tempa dengan situasi itu,” ungkap Gede Adi.

Ia meyakini bahwa sedikit banyaknya dari situasi tersebut kian membentuk inisiatif untuk berani dalam setiap rencana serta mendapatkan role model dalam menjalankan sebuah bisnis. Melihat bagaimana situasi, lingkungan pergaulan, hingga latar belakang sosial, kian menjadi pemantik positif agar lebih semangat dan mempengaruhi pilihan demi membangun sebuah usaha. Pengalaman yang masih terekam dalam memorinya adalah ketika menjalankan pekerjaan apa saja demi menyambung hidup. Kerasnya dunia jalanan tak luput dari kisahnya. Hebatnya, di tengah gegap gempita kota dan riuh euforia pergaulan zaman, mampu ditepis dengan perilaku secara sadar agar tetap bertahan tak terjerembab ke jalan yang salah. Berada dalam titik kehidupan itu lah, niat serta sikap yang bijak demi merubah hidup yang harmonis, ia temukan sendiri.

Terbukti, Gede Adi mampu menyelesaikan studi di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta dengan mengambil konsentrasi Ekonomi. Tidak hanya itu, pria kelahiran tahun 1980 tersebut turut merasakan pengalaman hidup yang keras di luar negeri. “Sejak tahun 2009 sampai 2015, saya kerjanya serabutan. Dan jujur, saya banyak mendapat ilmu di jalanan. Tidak secara dunia pendidikan formal,” tegasnya. Bagi Gede Adi, memiliki tujuan hidup adalah faktor utama untuk bisa berubah.

“Bisa dibilang usaha ini sebenarnya bukan kesempatan juga, tapi karena memang diusahakan bagaimana dan apa pun caranya. Mulai dari bekerja sendiri, baik menyedikan bahan kain, mengantar ke tempat produksi, mengelola bagian keuangan, operasional dan lain-lain. Hingga perlahan, saya bisa mengumpulkan modal dan bisa mendirikan pabrik sendiri. Akhirnya ya, seperti ini. Sehingga dengan pengalaman saya itu, saya memulai. Setiap malam saya berpikir agar bagaimana caranya berjualan. Astungkara, satu per satu ada yang tertarik,” aku Gede Adi.

Baca Juga : Berbakti Untuk Keluarga dengan Menjadi Ibu Sekaligus Kepala Keluarga yang Mandiri

Selain bermodal biaya yang pas-pasan dan didukung dengan tujuan hidup, berusaha serta bekerja keras menjadi mesin penggerak yang ampuh. Ia yang kini ditemani serta didukung oleh sosok Istri tercinta, Putu Nia Prasetya Sari, semakin mampu membuka jalan setapak kesuksesan dan mengibarkan bendera bisnis yang kokoh. Kerja-kerja profesional turut menjadi praktik yang wajib dilakoni. Terlebih, pasar produksi industri dari Sovana Bali ini sudah menembus pasar internasional. Seperti diantaranya Australia, Amerika, Prancis dan beberapa Negara dibelahan benua Eropa lainnya. Demi menjaga hubungan baik dengan pihak konsumen, Gede Adi menerapkan prinsip yang bisa menjadi kunci yaitu kualitas tinggi dan tepat waktu.

“Ketika saya berjejaring dengan konsumen dari luar negeri, saya harus betul-betul serius untuk menangani, Semisal dengan konsumen kita yang dari Prancis, kebetulan negara tersebut terkenal sebagai ikon (symbol) barometer fashion dunia, jadi untuk permintaan detailing dan kualitas produknya sangat tinggi. Selain itu, ketepatan waktu dan profesionalitas kerja juga menjadi kunci memperkuat relasi kami dengan konsumen luar negeri,” jelasnya.

Lebih jauh, Gede Adi beranggapan jika motivasi besar yang ia lalui semasa menapaki karir hingga sukses membangun usaha secara mandiri ini berkat pengalaman serta himpitan situasi pada saat itu. Meski kisahnya tak sebahagia kebanyakan anak-anak muda lainnya, namun Gede Adi sangat bersyukur bisa merasakan sekaligus menikmati prosesnya. Dari lembaran – lembaran pengalaman itulah kesuksesan ia rajut dengan semangat baru serta mampu memetik hikmah hidup yang baru.

“Usaha ini memang lahir karena situasi kepepet karena himpitan kebutuhan dan situasi. Saya juga tidak menampik bahwa pengalaman yang membentuk dan membesarkan saya hingga bisa sampai di titik ini. Kenikmatan dalam berproses itu pasti ada dan memang itu yang saya rasakan. Dan tentu tak lupa, saya meyakini ada campur tangan Tuhan disana. Saya yakin apa yang saya rasakan semua ini atas dasar restu dari Tuhan dan tentunya restu dari Ibu saya juga, Ibu saya adalah inspirasi terbesar saya. Sehingga saya juga tidak lupa untuk selalu bersyukur. Intinya harus memotivasi diri. Jika mau berubah ya, harus bekerja keras. Sehingga ketika ada pilihan, maka kita harus siap untuk disiplin dan fokus dengan pilihan. Kalau dijalani, peluang untuk sukses itu pasti ada,” tutup Gede Adi dengan sedikit tersenyum.

5 thoughts on “Menjejal Kehidupan yang ‘Keras’ Hingga Sukses Berkat Kerja Keras

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *